Lombok Post
Metropolis

Penertiban Hanya Wacana

BELUM TERTIB: Sejumlah kendaraan di kawasan bisnis Cakranegara terlihat parkir di bahu jalan, kemarin (3/1).

MATARAM-Penertiban kawasan bisnis Cakranegara tampaknya hanya sebatas wacana. Buktinya, hingga memasuki 2019, belum satu pun petugas penertiban yang sudah terbentuk turun ke lapangan.

Akibatnya, hingga kini, kawasan Cakranegara masih semrawut. Kendaraan di jalan Selaparang, tepatnya di depan Pasar Cakranegara parkir di bahu jalan yang membuat kemacetan tiap pagi dan siang hari. “Minggu depan kita sudah mulai bekerja,” janji Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Rolisknan, kemarin (3/1).

Diungkapkan, dalam penertiban kawasan ini dibutuhkan keseriusan. Namun hingga kini kelompok kerja (pokja) yang dibentuk dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Mataram belum bekerja. Jika Pemkot Mataram sendiri tidak bisa melakukan penataan atau penertiban kawasan bisnis Cakranegara, tidak menutup kemungkinan anggaran yang tersisa Rp 20 miliar dari Kementerian PUPR untuk penataan selanjutnya tidak terealisasi.

“Kita tidak tahu apakah anggaran akan digelontorkan lagi atau tidak,” kata Mohan.

Mohan akan mendorong setiap pokja untuk bekerja. Paling tidak pekan depan semua pokja ini sudah mulai bekerja. Sejauh ini pemkot juga sudah mendapat dukungan dari pihak Pura Meru untuk penataan tempat parkir. Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak pura setempat untuk area parkir dikawasan Cakranegara akan terpusat. “Rencananya tempat parkir akan dipusatkan di Selaparang Square,” sebut Mohan.

Sementrara, lanjut Mohan, di Jalan AA Gde Ngurah yang arah ke selatan juga akan dilakukan penataan. Dimana, sejauh ini trotoar banyak dimanfaatkan para pedagang kali lima (PKL) untuk berjualan.  “Bukan hanya ini, jalan mengarah ke barat juga akan kita tata,” sebutnya.

Mohan ingin pada 2019 kawasan bisnis Cakranegara ada perubahan. Kawasan ini bisa ditata dan diharapkan bisa menjadi pusat perekonomian yang dipadukan dengan tempat wisata.

Belum mulainya bekerja para pokja alasannya masih menyusun draf. Hampir satu bulan draf dari masing-masing pokja ini belum rampung

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Lalu Alwan Basri mengaku belum melakukan penertiban kepada para PKL yang berjualan di trotoar. Ia masih menunggu mekanisme kerja yang akan dilakukan.

Sehingga para PKL tidak keberatan jika direlokasi. “Paling tidak kita harus menyiapkan tempat kepada para PKL ini,” tukasnya. (jay/r5)

Berita Lainnya

Rekonstruksi Sudah Progresif, Presiden Instruksikan Jajaran Terus Lakukan Percepatan

Redaksi LombokPost

Kabar Gembira untuk Infrastruktur

Redaksi LombokPost

Revitalisasi KBC Dilanjutkan, Ini Sumber Dananya

Redaksi LombokPost

Durian Runtuh buat PNS, Rapelan Gaji Masih Tunggu Hitungan Taspen

Redaksi LombokPost

Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Sepatu ala BROOK.LIN

Redaksi LombokPost

Relokasi Dua Pasar Belum Jelas

Redaksi LombokPost

Warga Harus Tetap Waspada DBD

Redaksi LombokPost

Dua Jempol untuk Dinas PUPR

Redaksi LombokPost

Ahyar Bisiki Presiden Jokowi, Rehab Rekon Terkendala Semen dan Tukang

Redaksi LombokPost