Lombok Post
Kriminal

Polda Usut Dana Gempa Lombok

MINTA KETERANGAN: Kepala BPBD Lombok Barat HM Najib menerangkan terkait permintaan keterangan dari kepolisian mengenai dana bencana, kemarin (4/1).

MATARAM-Progres pencairan dana pascabencana gempa Lombok yang terkesan lamban, membuat polisi turun tangan. Ditreskrimsus Polda NTB melakukan  klarifikasi terhadap sejumlah kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang terdampak bencana.

Kemarin (4/1), ada tiga kepala BPBD yang diklarifikasi. Antara lain, BPBD Lombok Tengah (Loteng) H Muhammad; BPBD Mataram Dedi Supriyadi; dan BPBD Lombok Barat (Lobar) HM Najib.

Kepolisian menyebut para kepala BPBD hanya diundang untuk dimintai keterangan. Bukan terkait dengan penyelidikan atau pengusutan kasus. Permintaan keterangan dilakukan di ruang Subdit III Ditreskrimsus Polda NTB.

”Kita memang minta keterangan terkait penyaluran uang yang sudah masuk, dari BNPB ke BPBD kabupaten kota,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin, kemarin (4/1).

Syamsudin mengatakan, ada sejumlah anggaran melalui dana transfer yang belum disalurkan ke masyarakat. ”Menurut mereka (kepala BPBD) ini masih berproses. Jadi mereka juga tidak ingin timbul masalah, jangan sampai dana yang ada malah tidak sesuai peruntukannya,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala BPBD Loteng H Muhammad membenarkan kedatangannya ke Ditreskrimsus Polda NTB terkait dana bencana. ”Iya, soal dana bencana,” kata Muhammad singkat.

Kepala BPBD Lobar HM Najib juga mengatakan hal serupa. Kata Najib, kepolisian hanya melakukan kroscek terhadap dana pusat yang ditransfer ke setiap BPBD kabupaten kota.

”Artinya, supaya kepolisian juga memahami. Terkait dengan misalnya, kenapa (warga) belum menerima, kenapa uang belum disalurkan semua,” terang Najib seraya menambahkan, mekanisme pencairan dana bencana harus melalui kelompok masyarakat (pokmas).

Mengenai undangan dari kepolisian, Najib menyebut bisa saja karena masyarkat banyak mengeluh kepada polisi karena tak kunjung menerima dana bencana. Meski demikian, dia tidak mempersoalkan adanya permintaan keterangan dari kepolisian.

Lebih lanjut, Najib menjelaskan, untuk Lobar, jajarannya menerima dana transfer sekitar Rp 1,134 triliun. Najib mengklaim, dari jumlah tersebut, pihaknya telah mentransfer ke masyarakat sekitar 80 persen.

”Itu untuk rumah dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Kita debetkan by name by address sudah sebanyak 80 persen,” aku Najib.

Klaim Najib mengenai pencairan sebanyak 80 persen dana transfer ke masyarakat, berkebalikan dengan data dari BPBD NTB.

Berdasarkan data yang terakhir diperbarui pada 28 Desember 2018, Lobar baru mentransfer dana ke masyarakat sekitar Rp 230 miliar atau hanya sekitar 25 persen dari total Rp 1,134 triliun.

Namun, Kabag Humas Setda Lobar Saiful Ahkam menerangkan, dari data terbaru, Pemkab Lobar hanya menyisakan sekitar Rp 380 miliar yang belum ditransfer untuk rumah rusak berat, ringan, dan sedang.

”Sebagian masih tertahan di rekening, itu sisanya sekitar Rp 380 miliar dari Rp 1,1 triliun,” kata Ahkam.

Selain Lobar, ada enam kabupaten dan kota yang mendapat dana transfer dari BNPB. Antara lain, Kota Mataram Rp 216 miliar dengan realisasi Rp 100 miliar; Lombok Utara Rp 1 triliun realisasi Rp 626 miliar; Lombok Tengah Rp 401 miliar dengan realisasi Rp 80 miliar; dan Lombok Timur Rp 384 miliar dengan angka realisasi Rp 300 miliar.

Di Pulau Sumbawa, ada Kabupaten Sumbawa dengan jumlah dana transfer sekitar Rp 100 miliar. Dari jumlah tersebut dana yang belum direalisasikan ke masyarakat hanya Rp 140 juta. Adapun di Kabupaten Sumbawa Barat, jumlah dana transfernya sebanyak Rp 181 miliar dan realisasi Rp 46 miliar.

Total dana transfer dari BNPB sebanyak Rp 3,495 triliun. Namun, baru terealiasi sekitar Rp 1,484 triliun yang diberikan kepada 59.626 kepala keluarga.(dit/r2)

Berita Lainnya

Mantan Bupati Zaini Akan Diklarifikasi Terkait KSO PT Tripat dan PT Bliss

Redaksi LombokPost

Jaksa Serahkan Memori Banding Perkara Muhir

Redaksi LombokPost

Polda Tak Hadir, Praperadilan Ganti Rugi Ditunda

Redaksi LombokPost

Oknum Polisi Terancam 13 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Kejari Mataram Canangkan WBK dan WBBM

Redaksi LombokPost

Fasilitator Diganjar Penghargaan

Redaksi LombokPost

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Burung

Redaksi LombokPost

PT Tripat Gadaikan 8,4 Hektare Aset Lobar

Redaksi LombokPost

Sekeluarga Bisnis Narkoba

Redaksi LombokPost