Lombok Post
Metropolis

Rumah Rusak Sedang dan Ringan Menunggu Bantuan

MULAI DIBANGUN: Pembangunan rumah instan sederhana (Risha) di Lingkungan Jangkuk sudah mulai dikerjakan dari beberapa waktu lalu.

MATARAM-Menunggu dan menunggu. Itulah yang kini dilakukan warga korban gempa bumi yang rumahnya rusak sedang dan ringan.

Di Kota Mataram, sebagian warga yang rumahnya rusak sedang dan ringan hinggi kini belum disalurkan bantuannya. “Ini yang rusak berat saja yang diperhatikan,” protes Wardi, salah seorang warga Lingkungan Jangkuk.

Wardi tidak mau pusing dengan bantuan tersebut. Namun ia merasa tidak nyaman ketika warga yang rumahnya rusak berat sibuk membangun rumah. Sementara dirinya tidak tahu kapan kepastian disalurkan bantuan untuk rumah rusak sedang dan ringan. “Kita kadang tidak enak sama warga yang rumahnya rusak berat karena tidak membantu,” sebutnya.

Mestinya, kata dia, bantuan ini disalurkan bersamaan, sehingga semua warga, baik yang rumahnya rusak berat, sedang, dan ringan bisa sama-sama sibuk dalam mengerjakan rumahnya yang rusak akibat gempa. “Ini ada yang sibuk, ada yang tidak,” singkatnya.

Untuk diketahui, pemerintah masih fokus menangani warga yang rumahnya rusak berat saja. Sementara warga yang rumahnya rusak sedang dan ringan belum disalurkan bantuannya. Bagi warga yang rumahnya sedang akan mendapat bantuan sebesar Rp 25 jurta, sementara rusak ringan Rp 10 juta.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam mengatakan, dalam waktu dekat ini warga yang rumahnya rusak ringan dan sedang sebentar lagi akan disalurkan bantuannya.

Saat ini kata dia, warga masih dalam proses pembuatan kelompok masyarakat (pokmas), bahkan ada yang sudah terbentuk pokmas. “Dalam waktu dekat ini bantuan bagi warga yang rumahnya rusak berat dan ringan akan disalurkan,” sebutnya.

Ditanya soal ada penurunan status rumah rusak dari yang berat ke sedang. Kemal mengatakan tetap akan disalurkan. Kelebihan anggaran ini nantinya akan dikembalikan ke pusat. Begitu juga dengan warga yang memiliki sisa anggaran dalam perbaikan rumah nantinya akan diminta untuk mengembalikan. “Kalau  ada sisa dana dari perbaikan rumah tidak mungkin warga akan mengembalikan. Paling dipakai belanja semuanya,” tutupnya. (jay/r5)

Berita Lainnya

Bukit Nipah dan Padanan Terbakar

Redaksi LombokPost

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Uang Korban Gempa Dicuri Mandor

Redaksi LombokPost

Kejuaraan Paralayang Nasional Diikuti 153 Peserta

Redaksi LombokPost

Melihat Persiapan Pemkot Menyambut HUT Kota Mataram Ke-26

Redaksi LombokPost

Korban TPPO Banyak Dijual ke Suriah

Redaksi LombokPost

Wajib Pakai Besi Kolom Sepuluh Mili

Redaksi LombokPost

Tok, Tok, Tok, Bank Rontok

Kafilah Kecamatan Mataram Juara MTQ XVIII