Lombok Post
Metropolis

Ungkap Penyebab Kebakaran dengan Jujur!

KEMBALI MENYALA: Pihak kepolisian memadamkan percikan api yang muncul kembali di toko mainan dan petasan di Jalan Selaparang, Cakranegara, kemarin (3/1).

MATARAM-Kebakaran di Crown Toys benar-benar membuat heboh. Salah satu grosir mainan dan kembang api besar di Cakranegara itu jadi pembahasan masyarakat luas. Sebelumnya juga sudah ada banyak kasus kebakaran di Kota Mataram. Lantas menimbulkan perhatian dan keperihatinan banyak pihak.

Secara umum ada dua narasi yang muncul di tengah masyarakat. Menyikapi berbagai kasus kebakaran. Termasuk yang terbaru terjadi di Crown Toys.

Narasi pertama meyakini itu kecelakaan. Tapi ada narasi ke dua yang masih ragu. Lantas meminta penyelidikan lebih lanjut agar penyebab kebakaran yang sesungguhnya benar-benar terungkap.

Sebab, tidak menutup peluang ada keuntungan yang ingin dikejar para pengusaha. Di balik peristiwa itu. “Intinya mari kita serahkan pada aparat kepolisian untuk menelusuri apa penyebab sesungguhnya kebakaran itu,” kata Misban Ratmaji.

Legislator yang membidangi persoalan ekonomi itu melihat. Ada beberapa sekenario yang memungkinkan para pengusaha yang mengalami musibah tidak rugi. Salah satunya jika mereka telah mengasuransikan usahanya.

Nilai kerugian akibat musibah tidak akan diderita. Sebab ditanggung asuransi. Dengan catatan, dari hasil investigasi, kebakaran yang terjadi benar-benar masuk kategori musibah.

“Tapi jangan sebabnya disengaja itu yang disebut moral hazard,” imbuhnya.

Misban menjelaskan moral hazard terjadi ketika seseorang mengambil lebih banyak risiko. Karena ada orang lain yang menanggung biaya dari risiko tersebut. Bagaimanapun, lanjut Misban, tidak ada kebakaran tanpa sebab. Selalu ada sebab.

Sepanjang sebabnya karena hal yang tidak disengaja, maka asuransi penting dan harus. Tetapi pihak asuransi juga perlu mengantisipasi. Jangan sampai ada oknum pengusaha yang cari untung dari musibah.

“Apalagi kebakaran disengaja agar asuransi menanggung kerugiannya itu moral hazard!” tegas legislator PKPI ini.

Lalu dengan gampang mengkambinghitamkan arus pendek. Karena itu disinilah peran dan netralitas kepolisian dalam menyelidiki persoalan. Membuka fakta dari berbagai kejadian kebakaran di Kota Mataram.

“Kita dukung kepolisian mengungkap apa penyebab peristiwa itu dengan sejujur-jujurnya,” ujarnya.

Ini akan jadi pertaruhan nama baik kepolisian. Jika dari hasil kesimpulan penyebab kebakaran masyarakat melihat ada yang janggal.

Tapi Misban yakin kepolisian dapat bekerja dengan profesional dan mengungkap fakta dengan benar dan jujur. “Kalau betul-betul murni accident tentu asuransi harus menanggung itu,” pintanya.

Tapi kalau dari berbagai kejadian kebakaran yang ada, ada diantaranya yang disengaja. Maka asuransi tidak boleh nurut manut saja membayar kerugian yang disengaja. Pengusaha yang melalukan itu paling tidak akan menerima dua risiko yang timbul. Akibat laporan yang tidak sesuai yang dibuatnya.

“Itu masuk dalam penggelapan (dana asuransi) dan pidana karena laporan yang tidak sesuai,” tegasnya.

Ia mengingatkan perusahaan asuransi boleh menolak. Klaim dari para pengusaha yang mengajukan asuransi. Jika ternyata ada laporan yang tidak sesuai. Bukan malah ikut kompromi di dalamnya untuk mencairkan dana asuransi.

“Karena uang asuransi itu dari nasabah, bukan uang sendiri,” peringatnya.

Buruknya moral hazard tidak hanya tentang potensi penggelapan dana asuransi dan keterangan bohong di depan penegak hukum. Tetapi dikhawatirkan moral hazard berdampak pada ancaman keselamatan warga sekitar.

“Kalau karena ada kebakaran yang disengaja lalu ada warga atau rumah masyarkat yang terkena, ini keterlaluan!” peringatnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram Ki Agus M Idrus mengatakan, investigasi penyebab kebakaran tidak melibatkan pihaknya. Tetapi murni domain kepolisian.

“Ya kita tunggu saja apa hasil penyelidikan kepolisian,” kata Agus.

Pihaknya sudah berupaya keras memadamkan api kebakaran. Dari hari rabu pukul 02.00 dini hari, sampai pukul16.00 sore hari. Ia menyebut tidak kurang 13 unit mobil damkar dikerahkan. Juga ada bantuan dari kepolisian.

“Mereka terjunkan water cannonnya, juga ada bantuan dari teman-teman dari Lombok Barat dan Lombok Tengah,” terangnya.

Agus menyebut upaya pemadaman itu sangat menguras energi petugas. Dalam waktu kerja yang sangat panjang dan melelahkan. “Setengah mati kami bekerja,” cetusnya.

Bahkan pada dini hari. Para petugas seperti bekerja di bawah teror. Ledakan petasan dan kembang api terlempar ke mana-mana dan mengancam keselamatan petugas dan warga.

“Itu rasanya seperti sedang perang,” celetuknya.

Bahkan pada Kamis pagi kemarin, titik api kembali sempat terlihat di lokasi kebakaran. Namun untungnya sudah ada tiga unit damkar disiapkan untuk segera memadamkan api. Sehingga tidak sempat meluas ke mana-mana.

“Ada di lantai tiga, sepertinya bukan kembang api atau petasan tetapi sisa plastik dan mainan yang masih menyala,” tandasnya.

Untuk memadamkan api yang masih menyala, kemarin Dinas Damkar menurunkan tiga unit mobil Pemadam Kebakaran dan water canon. Kondisi ini kembali membuat jalan Selaparang Cakaranegara macet. Kendaraan diarahkan melalui jalur lain karena water canon menghalangi jalan memadamkan percikan api yang mengeluarkan asap. “Tadi pagi keluar asapnya lagi,” kata juru parkir di toko sebelah, kemarin.

Pantauan Koran ini, sekitar pukul 09.00 Wita dua unit water canon terus berjibaku memadamkan sisa percikan api. Bau plastik yang terbakar menyebar di sekitar lokasi kejadian. Warga yag melintas di jalan Selaparang yang mau ke arah Cakranegara dan Sweta kembali dialihkan.

Di sisi lain bebrapa warga yang melintas berhenti menyaksikan damkar dan pihak kepolisian memadamkan percikan api.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram Ki Agus M Idrus mengaku sudah dihubungi oleh pemilik toko yang terbakar tersebut. Namanya Haryono. “Saya di telepon sekitar pukul 08.00 Wita. Ia melapor ada percikan api lagi di toko miliknya yang sudah terbakar,” ungkapnya.

Agus mengaku, pemilik toko ini sudah kembali dari liburan di Denpasar, Bali. Sebab, ia sendiri yang langsung menelepon Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram. Pada saat kebakaran Rabu (2/1), pemilik toko Haryono akan pulang, namun karena tidak ada pesawat makanya tidak jadi pulang. “Itu sih katanya kemarin,” kata Agus.

Dugaan sementara penyebab kebaran masih sama. Yakni arus pendek listrik. Kendati demikian, para karyawan dan pemilik toko katanya sudah diminta keterangan untuk memastikan kepastian penyebab toko itu ludes terbakar. “Kita tunggu saja keterangan dari pihak kepolisian,” kata Agus.

Sementara itu Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam masih melakukan penyelidikan dan identifikasi. “Saksi dan pemilik sudah kita periksa untuk memastikan berapa jumlah kerugian dan penyebab kebakaran,” katanya.

Siang kemarin, tim Labfor Mabes Polri di Bali sudah datang. Dan hari ini akan melakukan olah TKP. (zad/jay/r5)

Berita Lainnya

Maret, PNS Baru Mulai Bekerja

Redaksi LombokPost

Pengangkatan P3K Menunggu Juknis

Redaksi LombokPost

Kadishub Baru Diminta Selesaikan Masalah Parkir

Redaksi LombokPost

Mataram Butuh Rp 60 M Lagi

Redaksi LombokPost

Sistem Pendidikan Sudah Kuno?

Redaksi LombokPost

Dewan Goyang PDAM Lagi

Redaksi LombokPost

Irwan Digeser, Mahmmudin Jabat Asisten II

Redaksi LombokPost

Bayar Upeti, PKL Dilindungi

Redaksi LombokPost

Pendapatan Meningkat, Ekonomi Menggeliat

Redaksi LombokPost