Lombok Post
Kriminal

32 WNA Masuk Daftar Tangkal

Kurniadie

MATARAM-Sebanyak 45 warga asing dideportasi Kantor Imigrasi Mataram sepanjang 2018. Dari jumlah tersebut 32 orang masuk kategori deportasi tangkal, yakni WNA yang dideportasi sekaligus ditangkal masuk ke Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Mataram Kurniadie mengatakan, kurun waktu tangkal WNA untuk masuk ke Indonesia bervariasi. Ada yang dalam jangka waktu enam bulan hingga satu tahun. ”Kita sesuaikan dengan perbuatannya dan jenis pelanggaran yang dilakukan,” kata Kurniadie.

Deportasi terhadap WNA merupakan buah dari kerja tim pengawasan orang asing (Pora). Di 2019 ini, kerja terhadap pengawasan orang asing akan kembali ditingkatkan, khususnya setelah diterbitkannya Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Ada dua bentuk pengawasan yang dilakukan Imigrasi, yakni QR Code dan tim pengawasan orang asing (Pora). QR Code merupakan kode matriks yang nantinya memuat sejumlah data mengenai orang asing tersebut.

Kurniadie menjelaskan, Ditjen Imigrasi telah menyusun rencana aksi dalam pengawasan orang asing. ”Ada implementasi pra pendaftaran untuk orang asing yang akan masuk, membangun sistem QR Code di 5 TPI besar, serta integrasi sistem Imigrasi dengan lembaga lainnya,” ujar dia.

Lebih lanjut, ada konsekuensi bagi orang asing yang melanggar aturan keimigrasian. Hukumannya bisa tindakan administratif berupa deportasi dan pro justitia.

Dari catatan Imigrasi, setidaknya ada empat hal yang banyak dilanggar WNA. Antara lain, tidak dapat memperlihatkan paspor atau izin tinggal; menyalahgunakan izin tinggal; memberikan data tidak sah untuk memperoleh paspor Indonesia; dan masuk tidak melalui pintu resmi.

”Kita tingkatkan kerja sama dengan lembaga lain di Tim Pora untuk pengawasan orang asing,” tandas Kurniadie.(dit/r2)

Berita Lainnya

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Jaksa Usut Pengadaan Bibit THR

Redaksi LombokPost

Terpidana Kasus Hutan Sekaroh Melawan

Redaksi LombokPost

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost