Lombok Post
NTB

ASITA Legowo Wakilnya Tak Masuk

Lalu Mohommad Faozal

MATARAM-Sesuai perintah Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah, awal Januari 2019 perombakan sembilan anggota baru Unsur Penentuk Kebijakan (UPK) Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB harus dilakukan. Karenanya, Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Mohommad Faozal telah mengusulkan sembilan nama anggota baru UPK BPPD NTB. Hal ini berdasarkan ketentuan Pasal 4 ayat (4) Peraturan Gubernur Nomor 39 Tahun 2018 pada poin tiga menyatakan, pengangkatan anggota UPK BPPD NTB  ditetapkan dengan Keputusan Gubernur berdasarkan usulan dari Kadispar NTB.

Sehingga, berdasarkan Surat Putusan Gubernur Nomor: 556-01, nama-nama itu terdiri dari Nunung Heri Cahyono dari ASTINDO, Priyadi Nugrahadi dan Abdul Aziz Sukarnawati dari perwakilan Akademisi, Cristine Halim dari INCCA, Jumadil dari HPI, Didit Indrakusuma perwakilan Maskapai, Alfian Yusni dari perwakilan media, Ryan Bakhtiar dari ASITA dan Anita Ahmad dari PHRI.

Akan tetapi, dalam pengusulan nama itu, polemik kembali muncul karena ada nama Ryan Bakhtiar yang merupakan perwakilan ASITA. Karena Ryan sendiri tidak disetujui menjadi perwakilan oleh ASITA, terkait dengan status keanggotaanya.

Menanggapi hal ini, Faozal mengatakan, karena nama Ryan Bakhtiar tidak bisa terakomodir di ASITA terkait dengan status keangotaannya yang tidak memiliki Nomor Induk Anggota (NIA) ASITA maka pihaknya mengalihkan perwakilannya. “Kami alihkan perwakilan Ryan Bakhtiar, tidak lagi menjadi perwakilan ASITA tetapi perwakilan profesional,” terangnya, kemarin (7/1).

Gugurnya Ryan Bakhtiar dari keanggotaan ASITA disebabkan adanya perubahan regulasi. Sebelum Musyawarah Nasional (Munas) di Palembang pada 2016 lalu, anggota ASITA boleh ditetapkan dari DPD-nya, dengan dikeluarkannya sertifikat keanggotaan. Namun saat digelarnya Munas Palembang itu, ASITA mengubah rekrutmen anggotanya dengan menggunakan kartu NIA. Dan itu hanya bisa dikeluarkan oleh DPP.

“Sehingga dari perwakilan ASITA sudah tidak ada, karena kami sudah menetapkan,” pungkas Faozal.

Menanggapi hal ini Ketua ASITA DPD NTB Dewantoro Umbu Joka menjelaskan, tidak ada masalah jika memang perwakilan ASITA tak menjadi anggota UPK BPPD NTB. Karena pada prinsipnya, ASITA sendiri telah memberi opsi pada Dispar NTB. Jika mempertahankan Ryan Bakhtiar maka dihapus statusnya sebagai perwakilan ASITA.

“Kalau tetap mau pakai, nama ASITA dihapus dan kalau mau perrwakilan dari ASITA, pilihlah satu nama yang pantas mewakili, ya mungkin mereka terima opsi itu,” terangnya.

Karena nama sudah ditetapkan berdasarkan Surat Putusan Gubernur Nomor: 556-01, Dewantoro menjelaskan tinggal bagaimana sekarang Dispar NTB merevisi aturan tersebut. Sebab dalam rapat pleno ASITA, nama Ryan Bakhtiar tidak disetujui apalagi dalam menentukan perwakilan, pihaknya memiliki mekanisme tersendiri.

“Kalau memang tidak masuk dalam keanggotaan BPPD NTB, kami biasa-biasa saja,” tandasnya.

Meski tidak masuk dalam keanggotaan BPPD NTB, Dewantoro menegaskan jika pihaknya tetap mendukung pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB. “Kami tetap dukung pemerintah, kami tetap bekerja karena harus survive sehingga kami tetap menggelar kegiatan promosi internal,” tandasnya. (yun/r7)

Berita Lainnya

Penyuluh Sosial Wajib Punya Empat Kemampuan

Redaksi LombokPost

Tarif Menara Telekomunikasi Dikeluhkan

Redaksi LombokPost

RKS Siapkan Program Sosial

Redaksi LombokPost

Inspektorat Warning Kepala OPD

Redaksi LombokPost

Nunggak, Pemilik Kendaraan Bisa Dipidana

Redaksi LombokPost

207 Lokasi di NTB tanpa Sinyal

Redaksi LombokPost

Potensi Pariwisata dan Ekonomi Harus Dikembangkan

Redaksi LombokPost

Jembatan Lombok-Sumbawa Butuh Rp 20 Triliun

Redaksi LombokPost

Samota Akan Jadi Cagar Biosfer UNESCO

Redaksi LombokPost