Lombok Post
Kriminal

Bu Guru dan Pak Polisi Segera Diadili

MASUK TAHAP PENUNTUTAN: Penyidik Polda NTB melimpahkan oknum guru Erna dan oknum polisi Basri usai jaksa peneliti menyatakan lengkap berkas perkara, kemarin (7/1).

MATARAM-Penyidik Ditresnarkoba Polda NTB melimpahkan oknum guru Erna yang terlibat narkoba ke penuntut umum, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Selain Erna, polisi juga membawa suaminya, yakni Rana dan dua orang kurir Sandi serta Riski, kemarin (7/1).

Kasi Narkoba Kejati NTB Ginung Pratidina mengatakan, pelimpahan tahap dua dari kepolisian telah diterima jajarannya. Keempat tersangka ditahan dan dititipkan di Lapas Mataram. ”Iya ditahan, di penyidikan polisi juga ditahan. Jadi, kita di tahap penuntutan juga ditahan,” kata Ginung, kemarin.

Selama dalam penahanan jaksa, penuntut umum berusaha melengkapi berkas dakwaan keempat tersangka. Di kasus ini, penyidik kepolisian melakukan splitsing atau pemisahan berkas perkara antara Erna dan Rana serta Sandi dan Riski.

”Dalam waktu dekat ini segera kita limpahkan ke pengadilan,” ujar dia.

Di kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti saat menangkap Erna, Sandi, dan Riski. Antara lain, lima poket sabu dengan berat total 1,5 gram; satu timbangan elektrik; perangkat alat hisap sabu; uang diduga hasil penjualan sabu sebanyak Rp 3,8 juta; dan tiga handphone.

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 1 dan atau Pasal 131 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Di kedua pasal itu, Erna mendapat hukuman paling singkat empat tahun atau lima tahun penjara.

Selain melimpahkan empat tersangka, polisi juga kemarin melimpahkan oknum polisi Basri dan kurirnya Hakim. Kedua orang tersebut diamankan jajaran Ditresnarkoba Polda NTB medio September 2018.

Untuk perannya, pelaku Hakim yang mengambil paketan berisi ganja dari salah satu kantor jasa pengiriman. Kepada polisi, Hakim mengaku, Basri yang menyuruhnya mengambil paketan berisi ganja tersebut.

Basri kemudian diciduk di Jalan Malomba Kampung Tangsi, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ganja seberat delapan kilogram berasal dari luar Indonesia. Barang haram tersebut dikim dari Thailand menuju Medan, Sumatera Utara. Dari Medan, ganja dikirim melalui ekspedisi. Ditempatkan di satu koper besar berwarna hitam.

Guna menghindari kecurigaan, di dalam koper juga ditaruh 22 buku serta tujuh potong pakaian. Setelah tiba di Mataram, Basri menyuruh Hakim untuk mengambil koper tersebut di salah satu kantor ekspedisi, di Jalan Bung Karno, Pagutan, Kota Mataram.

Basri terindikasi terlibat dalam jaringan narkotika lintas provinsi. Selain itu, dalam proses transaksi ganja ini, yang bersangkutan diduga berkoordinasi dengan salah seorang narapidana berinisial UK, di Lapas Mataram.

UK meminta kepada Basri untuk mengambilkan barang tersebut di kantor ekspedisi. Permintaan itu diamini pelaku yang kemudian mendelegasikan tugas tersebut kepada Hakim.

Ada dugaan keterlibatan oknum polisi, selain Basri, dalam bisnis haram tersebut. Dugaan muncul dari resi pengiriman. Di sana tertera nama Briptu berinisial AS (tertulis lengkap di kolom pengirim di resi).

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Yus Fadillah membenarkan terkait pelimpahan oknum polisi yang ditangkap jajarannya. ”Iya,” kata Yus singkat.(dit/r2)

Berita Lainnya

Penyidik Diminta Cari Pembanding Harga Terkait Kasus Korupsi Marching Band

Redaksi LombokPost

Pemilu, Polda Turunkan 9.600 Personel

Redaksi LombokPost

31 Kerapas Penyu Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Polisi Akhirnya Turun Tangan Tertibkan Galian C Ilegal

Redaksi LombokPost

Jaringan Irigasi Jangan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost

Taufik Rusdi Terus Bernyanyi

Redaksi LombokPost

Jadi Kurir Sabu, Pasutri Terancam Tujuh Tahun Bui

Redaksi LombokPost

Jaksa Limpahkan Kasek dan Bendahara Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 1 Monta

Redaksi LombokPost

Delapan WNA Amerika Dideportasi

Redaksi LombokPost