Lombok Post
Giri Menang

Dana Bantuan Sulit Cair, Ini Penjelasan BPBD Lobar

TUNJUKKAN DATA: Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar Hartono Ahmad bersama stafnya, Sari menunjukkan data dana bantuan korban gempa dari pemerintah pusat, kemarin (8/1).

GIRI MENANG-Sejumlah warga korban gempa di Lombok Barat (Lobar) mengaku kesulitan mencairkan bantuan pemerintah pusat yang diberikan dalam bentuk rekening tabungan. Meski sudah menerima rekening tersebut beberapa bulan lalu, namun sampai saat ini dana bantuan tersebut justru belum bisa dicairkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar menjelaskan Ada beberapa alasan belum bisa cairnya bantuan tersebut. “Bisa jadi persoalannya di Kelompok Masyarakatnya (Pokmas). Meski sudah mendapat rekening dan isinya, namun itu belum bisa dicairkan karena telat buat Pokmasnya,” terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar Hartono Ahmad.

Dijelaskan Hartono, proses pencairan bantuan tidak bisa serta merta dilakukan oleh masyarakat yang sudah mendapatkan rekening tabungan. Mereka terlebih dulu harus membentuk Pokmas yang beranggotakan 15-20 orang. Dimana, dari Pokmas tersebut akan dibentuk kepengurusan ketua, sekretaris dan bendahara.

Setelah terbentuk, maka Pokmas tersebut diwajibkan membuat rekening khusus sesuai nama Pokmas masing-masing. Saldo rekening tabungan yang dimiliki masyarakat di rekening tabungan itu nanti akan dipindah ke rekening Pokmas. Baru kemudian bisa dicairkan.

“Kalau di bilang ribet, bukan ribet lagi, tapi super ribet. Tapi ini untuk kehati hatian agar bantuannya benar-benar digunakan untuk membangun rumah, bukan yang lain,” jelasnya.

Selain kendala di Pokmas, alasan lainnya juga menurut Hartono disebabkan karena keterbatasan panel RISHA. Ia mencontohkan, Pokmas yang sudah terbentuk dan di SK-kan bupati bisa saja mencairkan uang bantuan dari pemerintah pusat. Namun karena panel RISHA yang masih terbatas, maka uang tersebut otomatis belum bisa dicairkan atau digunakan. Karena harus menunggu panel tersedia terlebih dulu baru Pokmas bisa mencairkannya.

“Karena produksi panel ini kan sangat terbatas. Saat ini produksi per hari hanya bisa untuk lima rumah. Padahal dulu sempat dijanjikan pemerintah pusat, sehari itu bisa 100 panel Risha yang dibuat aplikator,” sesalnya.

Dengan terbatasnya produksi panel, maka ini juga akan berdampak pada lambatnya proses pencairan dana bantuan bagi korban gempa yang ada dalam rekening tabungan. “Belum lagi nanti kalau ada warga yang awalnya ingin membangun Risha tiba-tiba mau bangun Riko, Rika atau yang lainnya. Ini juga akan berdampak pada lambatnya pencairan bantuan,” papar Hartono.

Saat ini BPBD Lobar telah menerima dana bantuan bagi korban gempa dari pemerintah pusat sebanyak Rp 1,13 triliun. Itu sudah masuk ke rekening BPBD Lobar namun sudah didebet ke Bank BRI. Agar uang tersebut ditransfer ke rekening masyarakat korban gempa. Sebagian besar masyarakat sudah menerima, sebagian masih sedang proses.

Sebelumnya, Ro’aini salah seorang warga Desa Badrain Kecamatan Narmada mengaku kesulitan mencairkan dana bantuan yang ia terima dalam rekening tabungan. Padahal, bantuan tersebut sudah diterimanya sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga saat ini uang yang ada di rekening tak bisa juga dicairkan. (ton/r5)

Berita Lainnya

Dukung Jokowi, Kades Bagik Polak Dipanggil Bawaslu

Redaksi LombokPost

Nasdem Incar Kursi Pimpinan Dewan

Redaksi LombokPost

Pembeli Gerabah Masih Sepi

Redaksi LombokPost

Target Datangkan 600 Ribu Wisatawan

Redaksi LombokPost

Ingin Lepas Label Daerah Tertinggal

Redaksi LombokPost

Tagihan Membengkak, Pak Kades Protes

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Senggigi Terlupakan

Redaksi LombokPost

Panen Gabah Meningkat, Harganya Berlipat

Redaksi LombokPost

GMS Kumuh dan Tak Terurus

Redaksi LombokPost