Lombok Post
Headline Praya

Bau Nyale Jadi Top Event Nasional

PIMPIN RAPAT: Sekda Loteng HM Nursiah (tengah), didampingi Kadispar NTB HL Mohammad Faozal dan Kadisbudpar Loteng HL Muhammad Putrie, saat memimpin rapat persiapan bau nyale, kemarin (9/1).

PRAYA-Festival Bau Nyale di Lombok Tengah, ditetapkan sebagai top event nasional, atau sejajar dengan 10 kegiatan terbaik di Indonesia. Salah satunya, seperti Jember Fashion Carnaval (JFC).

“Jadi, kita tidak lagi bersaing dengan Lombok Timur atau Lombok Barat. Tapi, nasional,” sanjung Sekda Loteng HM Nursiah, saat memimpin rapat persiapan Bau Nyale, di ruang rapat utama kantor bupati, kemarin (9/1).

Untuk itulah, pesan Nursiah segala persiapan harus dimatangkan, tidak boleh ada yang kurang. Kemudian, harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, harus lebih meriah dan harus lebih besar. Apalagi, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, mulai menggalakkan promosi besar-besaran. Baik skala nasional, hingga internasional.

Ditambah, lanjutnya akan mendukung dan mensukseskan tujuh rangkaian kegiatan besar. Sebut saja, Mandalika berzikir, peresean, parade budaya, kreatif dialog, pemilihan Putri Mandalika, kampung kuliner dan Mandalika photo contest.

“Itu diluar kegiatan, yang kita siapkan di daerah,” ujar Nursiah, didampingi Kepala Dinas Pariwisata NTB  HL Mohammad Faozal, Kepala Disbudpar Loteng HL Muhammad Putria, para Kepala SKPM lingkup Pemkab, pemerintah kecamatan dan desa.

Karena sudah menjadi top event nasional, tekan Nursiah bau nyale tahun ini, bukan lagi milik pemerintah Desa Kuta, pemerintah Kecamatan Pujut, apalagi sekelas Pemkab, pemerintah provinsi atau pemerintah pusat. Melainkan, milik Republik Indonesia. “Dengan begitu, kegiatan yang kita siapkan pun, berkelas top event nasional,” sambung Kadispar NTB HL Mohammad Faozal.

“Mengenai kapan puncak bau nyale, besok (Kamis, hari ini), kami akan menggelar sangkep warige,” cetus Kadisbudpar Loteng HL Muhammad Putria.

Upacara adat tersebut, beberkan akan dipusatkan di Dusun Ende Desa Rambitan, Kecamatan Pujut. Dihadiri tokoh masyarakat dan budaya Lombok. Pelaksanaannya, tetap mengacu pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak. “Jatuh pada hari, tanggal dan bulan berapa, kita tunggu saja,” ujar Putrie.(dss/r2)

Berita Lainnya

Pemerintah Beri Sanksi 10 PNS

Redaksi LombokPost

Korban Terseret Ombak Belum Ditemukan

Redaksi LombokPost

Honda Luncurkan Skutik Casual Fashionable, Genio

Sekolah Desa Tidak Kalah dengan Kota

Redaksi LombokPost

Disnakertrans Serukan Berantas Tekong

Redaksi LombokPost

Loteng Masuk Seri Kejuaraan Paralayang Nasional

Redaksi LombokPost

Total 1.691 Warga NTB Digigit Anjing Gila

Redaksi LombokPost

Adik Gubernur Didorong Maju di Pilbup Sumbawa

Redaksi LombokPost

Evaluasi Seluruh Kepala OPD

Redaksi LombokPost