Lombok Post
Politika

Coblos Lima Surat Suara, Masyarakat Butuh Sosialisasi

INI DIA: Petugas KPU menunjukkan spesimen surat suara untuk DPRD NTB, kemarin. Spesimen ini digunakan untuk sosialisasi ke partai politik.

MATARAM-Sistem pemilihan serentak yang akan digelar 17 April mendatang tentu membutuhkan persiapan super matang. Betapa tidak, dalam pemilu mendatang, masyarakat harus mencoblos lima jenis surat suara.

Caleg DPRD Mataram dari PAN Ahmad Azhari Gufron menyarankan agar KPU segera mensosialisasikan lima jenis surat suara tersebut. Selain masyarakat, partai politik dan caleg juga harus diberikan sosialisasi lebih dulu. ”Kami juga siap sosialisasi ke masyarakat,” ujarnya, kemarin.

Sebagai caleg, Gufron mengaku jika dalam pemilihan nomor urut butuh pertimbangan matang. Apalagi surat suara pada pemilihan legislatif mendatang tidak disertai gambar caleg. Dirinya pun sengaja memilih nomor urut yang mudah ditemukan dan diingat masyarakat. ”Saya pilih nomor terakhir, nomor delapan biar sosialisasinya gampang ke masyarakat,” katanya.

Pemilu kali ini memang berbeda. Ada lima kertas suara yang masing-masing seukuran satu lembar Koran yang harus dicoblos pemilih. DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR RI. Ketiga ini memiliki pola yang mirip, hanya memajang nama caleg tanpa disertai gambar. Karena itu masyarakat butuh ketelitian untuk mencali calon yang hendak dipilihnya.

Selanjutnya ada kertas suara DPD RI yang memuat foto para calon senator. Yang satu ini lebih mudah, karena dapat dikenali lebih cepat ketimbang hanya tulisan nama seperti caleg DPRD dan DPR RI.

Terakhir ada kertas suara capres dan cawapres yang juga memuat foto. Inilah yang relative mudah, karena hanya memuat dua pasang calon. ”Belum pernah ada sosialisasi tuh, kita belum tahu detailnya,” kata Adi Putra, seorang warga Ampenan.

Yang menjadi kebingungannya adalah, bagaimana membedakan kelima kertas suara itu. Mana yang DPRD kabupaten/kota, provinsi, DPR RI, DPD RI, dan capres cawapres. ”Apa kertasnya beda-beda warna, atau kami harus buka kelima-limanya dalam bilik suara,” tanyanya untuk membedakan.

       Terpisah, Komisioner KPU NTB Divisi SDM dan Parmas Yan Marlie menjelaskan hal itu pasti dilakukan. Sebelum pemilu dilaksanakan, tentu KPU sebagai penyelenggara pemilu akan terlebih dulu mensosialisasikan surat suara kepada peserta pemilu maupun masyarakat yang sudah menjadi wajib pilih. ”Pasti nanti ada sosialisasi dulu. Karena ini juga baru pertama kali dilaksanakan pilpres dan pileg bersamaan,” katanya.

Terkait proses pengadaan dan pendistribusian surat suara pemilu, Yan membeberkan ada tujuh tahap yang harus dilalui. Pengadaan surat suara diawali dengan tender menggunakan e-katalog. Langkah pertama ini berlangsung sejak 5 Desember 2018 sampai 7 Januari 2019. Kemudian persetujuan desain surat suara oleh peserta pemilu. Untuk itulah dilakukan validasi surat suara beberapa waktu lalu.

Tahapan berikutnya adalah penandatanganan kontrak dengan pemenang tender yang direncanakan 8-10 Januari. Tahap keempat adalah pemesanan surat suara melalui e-katalog, 11-15 Januari. ”Pemesanan tentu berdasarkan desain yang sudah disetujui tadi,” katanya.

Setelah dicetak, surat suara langsung didistribusikan rekanan ke KPU kabupaten/kota. Proses pencetakan dan distribusi dimulai 16 Januari hingga 26 Maret. Setelah tiba di KPU kabupaten/kota, surat suara kemudian disortir. Sortir dan pengepakan dimulai 27 Maret sampai 14 April.

Setelah itu barulah seluruh logistik pemilu ke TPS dilakukan. Distribusi dimulai 14-16 April. ”Prioritas distribusi adalah TPS yang berada di daerah terjauh. Apalagi NTB termasuk kepulauan, harus ada skala prioritas,” pungkasnya. (puj/yuk/r4)

Berita Lainnya

Menang Survei, TKD Makin Pede

Redaksi LombokPost

Wajib Ain, Peserta Pemilu Taati Aturan

Redaksi LombokPost

Yuk..!! Kenali Visi Caleg Muda Ampenan, Budi Satriawan

Redaksi Lombok Post

Nofian Dorong Perbanyak Agenda Pariwisata

Redaksi LombokPost

Irzani Dorong Peningkatan Mitigasi Bencana

Redaksi LombokPost

Coret Caleg dari DCT, KPU Digugat

Redaksi LombokPost

KPU Mataram Mulai Sortir Surat Suara

Redaksi LombokPost

Johan Optimis PKS Lolos PT

Redaksi LombokPost

Tommy Soeharto Sesumbar Masuk Tiga Besar

Redaksi LombokPost