Lombok Post
Giri Menang

Korban Gempa Senggigi Terlupakan

DIABAIKAN: Salah seorang warga korban gempa saat duduk di depan tenda darurat yang sudah ditempatinya selama enam bulan bersama keluarganya, kemarin malam (8/1).

GIRI MENANG-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) telah melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan geliat pariwisata Senggigi. Mulai dengan menggelar kegiatan Sepeda Nusantara, Senggigi Sunset Jazz, hingga rencana revitalisasi tahun ini. Sayangnya, upaya membangkitkan pariwisata Senggigi justru berbanding terbalik dengan perhatian Pemkab Lobar terhadap korban gempa di Desa Senggigi.

“Sejak terjadi gempa di Palu beberapa waktu lalu, kami sudah tidak mendapatkan bantuan apa-apa. Bangunan rumah juga belum diperbaiki karena sampai sekarang kami belum menerima bantuan rekening tabungan,” tutur Alimudin dan Murni, warga Desa Senggigi yang masih bertahan di tenda pengungsian.

Ia mengaku sudah tidak lagi menerima bantuan sembako, terpal atau kebutuhan warga lainnya. Mereka hanya berjuang hidup dengan keterbatasan yang ada di area pengungsian. Alimudin sebenarnya bisa memaklumi jika bantuan sembako sudah tidak mereka dapatkan. Namun ia berharap rumahnya dan warga Senggigi lainnya yang rusak parah akibat gempa bisa segera dibantu untuk perbaikan. Agar mereka bisa menjalankan aktivitas normal seperti biasanya.

“Sekarang ini semua serba sulit. Air terbatas. Mau mandi dan buang air saja, harus bolak balik dari pengungsian ke rumah saya yang rusak. Kebetulan kalau WC-nya masih bisa dipakai,” tuturnya.

Apalagi untuk beraktivitas seperti biasanya. Semua belum bisa dilakukan warga. Sebagian warga yang masih tinggal di tenda pengungsian juga belum bisa kembali ke rumahnya karena khawatir bangunan yang telah rusak akibat gempa roboh. Ia takut bangunan rumah yang tersisa akan menimpanya dan keluarganya saat sedang tidur. Akhirnya, meski dengan kondisi yang memprihatinkan, ia tetap memilih tinggal di tenda pengungsian. “Sudah enam bulan kami tinggal di tenda ini. Ada delapan orang yang tinggal. Saya dan anak istri serta cucu,” tuturnya.

Sejumlah warga sebenarnya sudah berupaya menanyakan kejelasan kapan bantuan akan diterima kepada pemerintah desa. Sayangnya, kepala desa juga saat ini sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Sehingga warga kebingungan mencari informasi terkait kejelasan bantuan yang dijanjikan pemerintah pusat. “Katanya orang sudah ada yang dapat tabungan. Kami di sini belum ada yang dapat. Mau menanyakan informasinya juga nggak tahu mau nanya ke siapa,” bebernya.

Sementara Kaur Kesra Desa Senggigi M Fathul Aziz membenarkan hingga saat ini belum ada warga korban gempa di desanya yang mendapatkan bantuan rekening. Ia sudah berusaha berkoordinasi menanyakan kejelasan bantuan yang dijanjikan. Hanya saja, jawaban yang diterimanya dari pemerintah kabupaten saat ini bantuan sedang berproses. “Ada 1.300 KK yang jadi korban bantuan di Senggigi. Belum ada yang terima bantuan rekening,” beber Aziz, sapaannya.

Pihak BPBD Lobar yang dikonfirmasi Lombok Post melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Hartono Ahmad menjelaskan saat ini seharusnya semua warga sudah menerima rekening buku tabungan beserta isinya. Karena, anggaran yang sudah ditransfer pemerintah pusat ke BPBD Lobar dipaparkan Hartono didampingi Bendahara BPBD Lobar Muntahar mencapai Rp 1,13 triliun. Anggaran tersebut telah disalurkan secara bertahap ke masing-masing Pokmas yang sudah mendapat SK bupati.

 “Tadinya belum didebit sekitar Rp 860 miliar. Tetapi sekarang sudah semua dipindahkan ke BRI. Cuma pihak bank belum mentransfer ke masyarakat. Jadi persoalannya di bank,” terang Hartono didampingi Muntahar.

Lamanya proses transfer tersebut dari pihak bank ke rekening masyarakat karena antrean masih cukup panjang. Mengingat pengiriman dana bantuan pemerintah pusat oleh pihak bank dilayani secara bergiliran. Sebagian besar warga Lobar sudah menerima tabungan sehingga giliran dilanjutkan dengan warga di Lombok Timur, Lombok Tengah hingga KLU. “Bulan ini pihak Bank akan mentransfer bantuan itu ke 72.220 warga korban gempa,” tandasnya. (ton/r5)

Berita Lainnya

Ini Janji Terbaru Farin!

Redaksi LombokPost

Bupati Pimpin Rapat Final Penertiban Vila Bodong

Redaksi LombokPost

Lobar Usulkan 217 Formasi CPNS

Redaksi LombokPost

Lahan Bendungan Meninting Habiskan Rp 196 M

Redaksi LombokPost

Pembangun RTG Lambat, Ancam Putus Kontrak

Redaksi LombokPost

9.600 PJU akan Habis Rp 62 Miliar

Redaksi LombokPost

PAD Lobar Turun Drastis

Redaksi LombokPost

Pemkab Kaji Pengelolaan Pantai Tanjung Bias

Redaksi LombokPost

Topat Agung di Pantai Duduk

Redaksi LombokPost