Lombok Post
Selong

ADBMI Bantu Korban Gempa Selama Fase Transisi

SOSIALISASI: Direktur ADBMI Lotim Roma Hidayat sedang memberikan materi adalam kegiatan sosialisasi bantuan untuk penyintas gempa, di lesehan Rirana, belum lama ini.

SELONG-Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) Lotim bekerjasama dengan AWO International dan Action Deutschland (ADH) melanjutkan program bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Lombok. Kegiatan tersebut diawali dengan sosialiasi program kepada mitra kerja ADBMI di desa.

“Kegiatan kami laksanakan dua hari. Pertama sosialisasi program, kedua workshop pembuatan road map program,” terang Direktur ADBMI Lotim Roma Hidayat.

Ia menerangkan selama ini ADBMI menyoroti pentingnya kesiapan korban gempa bumi menghadapi fase transisi. Kondisi pemerintah yang dianggap belum memiliki kesiapan yang pasti menuju fase rehab rekon menjadi satu dari sekian landasan untuk melakukan program tersebu

Kata Roma, selain bantuan langsung, program tersebut dilakukan agar stakeholder desa memiliki kesiapan manajemen pengelolaan bantuan yang efektif. Ada dua hal yang dilakukan untuk hal tersebut. Pertama, mengembangkan rencana pemulihan pascagempa dengan membantu desa mengembangkan road map recovery pascagempa.

Selanjutnya ADBMI juga akan menyediakan peralatan pengelolaan data berupa pembangunan data dan pemberian komputer untuk mengolah data tersebut. “Kita juga akan melatih SDM-nya hingga handal dalam mengolah data,” terang Roma.

Program bantuan tersebut dicanangkan di dua desa terdampak yakni, Pringgasela Timur dan Wanasaba. Kedua desa tersebut dipilih karena menjadi lokasi program ADBMI yang sudah terlebih dahulu berjalan  di sana. Alasan selanjutnya, dua desa tersebut terdampak gempa namun dianggap tidak masuk dalam data pemerintah sebagai desa lokasi rehab rekon. Terakhir karena dianggap belum mendapatkan bantuan yang cukup. “Dua desa itu juga merupakan kantong TKI,” kata Roma.

Sebelumnya, ADBMI memandang bencana gempa di Lombok berpotensi meningkatkan jumlah TKI. Karena itu jugalah program tersebut dilaksanakan. Kata Roma, sebab tujuan program adalah memperkuat program sebelumnya. Adapun bentuk bantuan langsung yang akan diberikan berupa huntara, fasilitas kesehatan, dan pendidikan. “Total penerima bantuan sebanyak 5.230 jiwa,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, ADBMI juga memberikan pembekalan pembuatan roadmap pemulihan pascagempa. Direktur Konsepsi NTB Dr Moh Taqiuddin yang hadir selaku pemateri menerangkan manfaat sebuah peta jalan dalam program. “Hari ini kita membuat road map untuk rancangan program lima tahun ke depan,” terangnya.

Kata Taqi, siapapun yang mendukung program tersebut, yang terpenting adalah desa sudah memiliki dokumen. “Intinya desa sudah memiliki dokumen yang bisa dijadikan sebagai penunjuk arah,” pungkasnya. (tih/r7/*)

Berita Lainnya

Serah Terima Surat SuaraTunggu Penyortiran dan Pelipatan

Redaksi LombokPost

Destinasi Wisata di Sembalun Belum Direhab, Diguncang Gempa Lagi

Redaksi LombokPost

Rekompak: Konstruksi RTG yang Rusak Akibat Gempa Belum Sempurna

Redaksi LombokPost

Gempa Tak Ganggu Ujian Nasional

Redaksi LombokPost

Dapur Umum Rumahan ala Pengungsi Desa Pesanggrahan, Montong Gading

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Terpal dan Trauma Healing

Redaksi LombokPost

OPD Harus Pahami Visi Misi Bupati

Redaksi LombokPost

Ketika Pasar Srikaya Saleh Sungkar Berpindah ke Pancor

Redaksi LombokPost

Jumlah Rumah Rusak Akibat Gempa Diprediksi Terus Bertambah

Redaksi LombokPost