Lombok Post
Metropolis

Dewan Goyang PDAM Lagi

DEMI PELANGGAN: Sejumlah petugas lapangan PDAM Giri Menang sedang memperbaiki saluran di salah satu titik di Kota Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Dorongan agar Pemerintah Kota Mataram berani mengambil sikap terkait Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kembali muncul. Dalam pemandangan fraksi di DPRD Kota Mataram Fraksi Keadilan kembali mendorong agar Pemkot Mataram membangun PDAM sendiri. Lepas dari PDAM Giri Menang.

Misban Ratmaji, Ketua Fraksi Keadilan menilai. Pilihan Pemkot selama ini setia ngekor di dalam pengelolaan PDAM lebih banyak rugi daripada untung. “Siapa yang paling banyak pegang saham dia yang kendalikan usaha,” kata Misban.

Seperti diketahui, komposisi saham dipegang mayoritas oleh Pemkab Lombok Barat. Tetapi dari segi jumlah pelanggan pengguna layanan PDAM Giri Menang lebih banyak Kota Mataram. Seharusnya dengan potensi pelanggan besar itu Kota Mataram dapat untung yang sesuai.

“Tapi karena pembagian dividen berdasarkan komposisi saham, hasil yang didapat kota ternyata sangat kecil,” terangnya.

Atas dasar itu, akhirnya Fraksi Keadilan mendorong agar Pemkot berani mengambil keputusan besar. Membangun PDAM sendiri demi melihat potensi pelanggan di kota. Dorongan ini juga didasari kekecewaan masyarakat yang diserap dewan selama ini.

“Mereka (PDAM Giri Menang) dalam proses kinerja tambah saluran, tapi air ya segitu-gitu aja,” cetusnya.

Jaringan diperbanyak. Tapi debit atau mata air yang dibagi tidak bertambah. Akibatnya air yang dibagi pun semakin berkurang. Kinerja PDAM Giri Menang selalu jadi keluhan sumbang di banyak tempat.

“KLU saja berani dengan sumber daya terbatas, kenapa kita tidak berani?” tantangnya.

Dengan memiliki PDAM sendiri Misban yakin ini akan jadi langkah awal dan baik. Dalam pengelolaan layanan dan potensi pendapatan bagi daerah. Tapi pilihan untuk ngekor justru telah membuat kota tidak bisa berbuat banyak.

“Kita tidak ada power,” cetusnya.

Begitu juga dalam komposisi manajemen PDAM Giri Menang. Beberapa direksi hampir semua diambil dari Lombok Barat. Tetapi yang mewakili pemerintah Kota Mataram nyaris tidak ada. Padahal di dalamnya selain pelanggan kota yang banyak, setiap tahun kota juga sangat rajin ikut dalam penyertaan modal.

“Kalau punya sendiri kita bisa dengan mudah mengatur perdanya sehingga kemanfaatnya benar-benar yang terbaik bagi rakyat kota,” tegasnya.

Ia pun melihat Kota Mataram dan Lombok Barat sebenarnya selevel. Punya kemampuan yang harusnya sama untuk bisa mandiri. Dengan lepas, ia yakin PDAM Giri Menang juga bisa fokus tangani kebutuhan air di Lombok Barat.

“Mereka bisa kembangkan ke Lombok Barat,” tandasnya.

Sementara itu Direktur Utama PDAM Giri Menang HL Ahmad Zaini pernah mengungkapkan tidak ingin terlalu jauh masuk di dalam keputusan kepala daerah. Apakah akan terus bersama membangun sistem layanan PDAM atau pisah.

“Itu jadi kewenangan kepala daerah,” cetus Zaini. (zad/r5)

Berita Lainnya

Maret, PNS Baru Mulai Bekerja

Redaksi LombokPost

Pengangkatan P3K Menunggu Juknis

Redaksi LombokPost

Kadishub Baru Diminta Selesaikan Masalah Parkir

Redaksi LombokPost

Mataram Butuh Rp 60 M Lagi

Redaksi LombokPost

Sistem Pendidikan Sudah Kuno?

Redaksi LombokPost

Irwan Digeser, Mahmmudin Jabat Asisten II

Redaksi LombokPost

Bayar Upeti, PKL Dilindungi

Redaksi LombokPost

Pendapatan Meningkat, Ekonomi Menggeliat

Redaksi LombokPost

Rumah Rusak Sedang dan Ringan Menunggu Bantuan

Redaksi LombokPost