Lombok Post
Giri Menang

Pembeli Gerabah Masih Sepi

MASIH SEPI: Salah seorang perajin gerabah di wilayah Desa Banyumulek saat merapikan gerabah miliknya, kemarin (11/1).

GIRI MENANG-Dampak gempa yang mengguncang Pulau Lombok masih terasa. Itu dialami pengrajin gerabah di Lombok Barat (Lobar). Hingga saat ini, penjualan gerabah masih belum normal.

“Kalau sebelum gempa, ya cukup ramai. Sehari bisa dapat Rp 500-600 ribu. Sekarang kondisinya sepi,” terang Hafsah, salah seorang penjual gerabah di kawasan Desa Banyumulek kepada Lombok Post, kemarin (11/1).

Pascagempa Agustus 2018 lalu, dalam sehari bahkan sebulan para perajin gerabah tidak mendapat pembeli sama sekali. Tetapi akhir tahun lalu, Hafsah mengaku beberapa pelanggan sudah mulai datang berbelanja. Sebagian besar dari warga lokal yang memang membutuhkan kerajinan gerabah dari tanah liat. Misalnya pot bunga, ceret tanah liat, hingga beberapa peralatan dapur lainnya.

“Yang paling banyak dicari pot bunga. Ada satu dua yang datang ke sini belanja. Cuma tidak seramai seperti sebelum gempa,” aku Hafsah.

Sanah, pedagang lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Tidak hanya merasakan dampak gempa pada penjualan kerajinan gerabah, tapi beberapa gerabah miliknya bahkan rusak akibat gempa. Karena gerabah yang memang mudah hancur tersebut jatuh ketika gempa mengguncang. “Ada (yang rusak). Tapi tidak banyak,” tuturnya.

Dampak gempa yang justru lebih dikhawatirkan para perajin gerabah adalah sepinya pembeli dari kalangan wisatawan. Karena, mereka mengaku selama ini sebagian pembeli hanya dari kalangan masyarakat lokal di wilayah Lobar. Padahal sebelumnya, pelanggan para perajin ini berasal dari luar Lobar seperti Mataram, Lombok Tengah, hingga luar NTB seperti Jakarta atau Surabaya.

“Tapi pas natal kemarin lumayan banyak yang datang beli. Meskipun awal tahun ini agak sepi, mudahan nanti bisa ramai lagi,” harapnya. (ton/r10)

Berita Lainnya

Ini Janji Terbaru Farin!

Redaksi LombokPost

Bupati Pimpin Rapat Final Penertiban Vila Bodong

Redaksi LombokPost

Lobar Usulkan 217 Formasi CPNS

Redaksi LombokPost

Lahan Bendungan Meninting Habiskan Rp 196 M

Redaksi LombokPost

Pembangun RTG Lambat, Ancam Putus Kontrak

Redaksi LombokPost

9.600 PJU akan Habis Rp 62 Miliar

Redaksi LombokPost

PAD Lobar Turun Drastis

Redaksi LombokPost

Pemkab Kaji Pengelolaan Pantai Tanjung Bias

Redaksi LombokPost

Topat Agung di Pantai Duduk

Redaksi LombokPost