Lombok Post
Giri Menang

Target Datangkan 600 Ribu Wisatawan

MULAI SERBU LOMBOK: Sejumlah wisatawan mancanagara yang datang ke Pulau Lombok menggunakan kapal pesiar di Pelabuan Lembar awal Januari.

GIRI MENANG-Pascagempa yang mengguncang Pulau Lombok, target kunjungan wisatawan ke Lombok Barat (Lobar) di tahun 2018 lalu tak bisa terealisasi. Dari target 550 ribu kunjungan wisatawan, realisasi hanya 70,50 persen. Tahun ini, Pemkab Lobar meningkatkan target kunjungan tahun wisatawan dari sebelumnya.

“Tahun lalu memang target tidak tercapai dengan adanya gempa. Kunjungan wisawatan ke Lobar hanya 391.282 orang. Tapi tahun ini, kami optimistis target kunjungan bisa mencapai 600 ribu orang,” jelas Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lobar Sumarto, kemarin (11/1).

Kunjungan wisatawan dilihat dari jumlah tamu yang menginap di hotel serta kedatangan tamu yang menggunakan kapal pesiar. Untuk wisatawan yang tidak menginap dan sebatas ke destinasi wisata tidak masuk hitungan. Itu agar data kunjungan bisa lebih akurat. “Target kunjungan tahun ini Insya Allah tercapai kalau tidak ada kendala,” yakinnya.

Keyakinan Sumarto bukanlah tanpa alasan. Jika melihat data kunjungan wisatawan ke Lobar sebelum terjadinya gempa, realisasinya selalu melebihi target. Misalnya saja di tahun 2017. Dari target kunjung 500 ribu wisatawan, realisasi mencapai 143,62 persen. Begitu juga trend beberapa tahun terakhir, kunjungan wisatawan ke Lobar selalu melampaui target.

“Tahun ini, di Januari ini saja sudah tiga kali datang kapal pesiar. Februari juga ada beberapa kapal pesiar yang akan datang ,” bebernya.

Ditambah, di tahun ini akan digelar kegiatan sejumlah kegiatan promosi pariwisata Lobar. Misalnya kegiatan paralayang di Sekotong. Itu direncanakan April bersamaan dengan HUT Lobar. Kegiatan ini akan dirangkai pula dengan lari marathon 10 kilometer.

“Mekaki Marathon kemungkinan tidak diadakan tahun ini karena tidak ada anggaran. Itu akan diganti dengan paralayang dan lari 10 K,” jelasnya. Namun untuk kegiatan Senggigi Sunset Jazz dan Festival Senggigi, Sumarto menegaskan, akan tetap dilaksanakan. Begitu juga dengan festival budaya kegiatan perayaan lebaran topat dan perang topat.

Ribuan wisatawan itu sebelumnya telah datang ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Lembar menggunakan kapal pesiar. Mereka banyak berkunjung ke wilayah Sekotong dan sejumlah destinasi wisata yang ada di Lobar lainnya. “Saya datang ke Sekotong dan melihat keindahan pariwisata pantainya dari ketinggian. Pemandangannya sungguh luar biasa,” ujar Cristhie, salah seorang wisatawan asal Amerika Serikat kepada Lombok Post.

Sementara dari keterangan Humas PT Pelindo III Pelabuhan Lembar, Rangga Nurdiansyah dalam waktu dekat, ada beberapa kapal pesiar lagi yang akan datang. “Ada beberapa kapal pesiar juga dijadwalkan akan segera datang. Kemungkinan Februari atau Maret nanti,” jelas dia. (ton/r10)

Berita Lainnya

Dukung Jokowi, Kades Bagik Polak Dipanggil Bawaslu

Redaksi LombokPost

Nasdem Incar Kursi Pimpinan Dewan

Redaksi LombokPost

Pembeli Gerabah Masih Sepi

Redaksi LombokPost

Ingin Lepas Label Daerah Tertinggal

Redaksi LombokPost

Tagihan Membengkak, Pak Kades Protes

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Senggigi Terlupakan

Redaksi LombokPost

Panen Gabah Meningkat, Harganya Berlipat

Redaksi LombokPost

GMS Kumuh dan Tak Terurus

Redaksi LombokPost

Dana Bantuan Sulit Cair, Ini Penjelasan BPBD Lobar

Redaksi LombokPost