Lombok Post
Headline Kriminal

Usai Gempa Warga Tanam Ganja

DIDUGA LADANG GANJA: Polisi menemukan 20 pohon diduga ganja yang ditanam di Dusun Pekatan, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, kemarin (11/1).

MATARAM-Ladang dengan pohon diduga ganja ditemukan tim Satresnarkoba Polres Lombok Utara (Lotara), kemarin (11/1). Sebanyak 20 pohon ganja dengan tinggi bervariasi ditanam  di Dusun Pekatan, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Lotara.

Terduga pelaku pemilik ganja berinisial RA, 35 tahun dan AR, 25 tahun. Kapolres Lotara AKBP Herman Suriyono mengatakan, pelaku menanam ganja di pekarangan rumahnya. ”Mereka tanam di pekarangan sebelah rumah,” kata Herman, kemarin (11/1).

Penangkapan pelaku bermula dari informasi masyarakat. Tim kemudian turun melakukan penyelidikan. Herman menyebut, polisi mengintai target selama empat hari.

Setelah memperoleh petunjuk pasti, anggota langsung mendatangi pelaku. Kepada pelaku RA dan AR, anggota mengenalkan diri sebagai polisi dari Satresnarkoba Lotara. Mendengar itu, pelaku tidak berusaha kabur.

”Pelakunya malah ngomong ke petugas, masalah penanaman cimeng (ganja, Red) ya pak,” ujar Herman menirukan omongan RA.

Mendengar kata tersebut, anggota Satresnarkoba segera meringkus kedua pelaku. Mereka kemudian meminta pelaku untuk menunjukkan lokasi tempat pohon ganja tersebut ditanam. Ketika tiba di lokasi, pelaku juga mengaku kalau pohon tersebut merupakan ganja.

Herman mengatakan, ada 20 pohon ganja yang ditanam pelaku. Puluhan pohon ganja tersebut tumbuh subur di   reumah RA dan AR. Pohon ganja ditanam sekitar 1,5 bulan yang lalu atau tak lama setelah gempa mengguncang Lombok Utara.

”Pengakuannya ditanam 1,5 bulan lalu,” ungkap kapolres.

Pohon yang ditemukan petugas masih dalam kondisi hidup. Daunnya masih hijau dengan ketinggian pohon bervariasi, mulai dari 45 centimeter hingga ketinggian 196 centimeter.

Herman mengatakan, seluruh pohon ganja dicabut petugas dan dibawa ke Polres Lotara. Polisi akan melakukan uji untuk membuktikan penemuan pohon ganja tersebut.

”Kita cabut semua. Pelaku dan barang bukti juga sudah dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan,” tandas Herman.(dit/r2)

Berita Lainnya

PAD Lobar Turun Drastis

Redaksi LombokPost

Penyeberangan Kayangan-Poto Tano Kembali Normal

Redaksi LombokPost

Topat Agung di Pantai Duduk

Redaksi LombokPost

Data Penerima Jadup Ditarget Rampung 17 Juni

Redaksi LombokPost

Pemkab KLU Bentuk Tim Pengawas ASN

Redaksi LombokPost

Arus Balik Lebaran 2019, Antrean Panjang di Kayangan dan Poto Tano

Redaksi LombokPost

Pemudik Mulai Tinggalkan Pulau Lombok

Redaksi LombokPost

Desa Langko Bentuk Bazdes untuk Basmi Kemiskinan dan Entaskan Angka Putus Sekolah

Redaksi Lombok Post

Pilkada Mataram 2020, M16 Usung Figur Muda