Lombok Post
Metropolis

Mataram Butuh Rp 60 M Lagi

RUMAH BARU: Sejumlah pekerja berusaha secepatnya membangun rumah RISHA bagi warga korban gempa, belum lama ini.

MATARAM-Total rumah rusak akibat gempa bumi di Kota Mataram sebanyak 13.437 unit. Kerusakan ini paling sedikit ke dua setelah Sumbawa yang alami kerusakan rumah sebanyak 11.992 unit. Ini berdasarkan laporan yang masuk ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah bencana gempa bumi 2018 lalu.

Dari 13.437 unit terdiri dari 2.396 rumah rusak berat. Lalu 2.777 rumah rusak sedang. Dan sebanyak 8.264 rumah rusak ringan.

Dalam usulan pencairan bantuan BPBD kota membuatnya menjadi tujuh tahapan. Pada tahapan I sampai III, semua usulan untuk perbaikan rumah berat.

“Usulan rusak sedang dan ringan di tahap itu tidak ada,” kata Ahmad Muzaki, PPK BPBD Kota Mataram.

Usulan perbaikan untuk rumah rusak sedang baru masuk pada tahapan usulan IV dan V. Lalu pada tahapan usulan VI, sebagian terdiri dari rumah rusak sedang dan sebagian lagi rumah rusak ringan.

“Jadi baru saya masukkan di dalamnya, di awal usulan saya hanya prioritaskan rumah rusak berat,” tuturnya.

Hingga usulan tahapan ke VII. Semua didominasi untuk rumah rusak sedang dan ringan. Zaki mengaku dirinya berupaya memprioritaskan rumah rusak berat dulu yang menerima bantuan. Hal ini agar mereka lebih bisa cepat tertolong mengingat tidak ada tempat berteduh sama sekali. Paska gempa ribuan kali itu.

Namun bukan berarti ia melupakan mereka yang alami kerusakan rumah sedang dan ringan. Kondisi rumah mereka masih bisa ditempati sementara waktu. Karenannya usulannya pun baru masuk pada tahapan IV hingga VII.

“Saya ingin ada azaz pemertaan,” ujarnya.

Pemerintah Pusat sendiri, lanjut Zaki, telah berkomitmen membantu warga. Memulihkan rumah mereka yang rumahnya rusak. Hanya saja proses transfer dilakukan bertahap. Sampai dengan 12 Januari 2019 kemarin pemerintah pusat telah beberapa kali melakukan transfer ke BPBD.

“Total yang sudah ditrasfer sebesar Rp 216,425 miliar,” jelasnya.

Akan ada transfer-transfer lagi. Di tahapan berikutnya. Sampai semua anggaran untuk perbaikan rumah sebanyak 13.437 unit meliputi rumah rusak berat, sedang, dan ringan tertransfer semua.

“Saya perkirakan dengan sisa rumah rusak berat yang belum ditransfer, ditambah rumah rusak sedang, dan ringan, kita masih butuh Rp 60 miliar lagi, itu yang kita terus tunggu,” jelasnya.

Sembari menunggu dana yang telah masuk ke BPBD kota pun, diusulkan untuk di-debt. Melalui bank mitra yang ditunjuk yakni BRI.

“Dari Rp 216,425 miliar yang sudah ditransfer dari pusat, yang belum di-debt perkiraan saya sekitar Rp 6 miliar. Tinggal tunggu proses bank untuk pencairannya ke rekening penerima,” tandasnya.

Sementara itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram memastikan warga yang rumahnya rusak sedang dan ringan akibat gempa  menerima dana bantuan sesuai janji pemerintah. “Dana sebesar Rp1,5 triliun untuk bantuan rumah rusak sedang dan ringan sudah masuk,” kata Kepala Dinas Perkim Kota Mataram HM Kemal Islam, kemarin.

Dikatakan, untuk rumah rusak sedang akan mendapatkan dana Rp 25 juta per unit. Sedangkan rusak ringan Rp 10 juta per unit.

Berdasarkan data yang ada sebut Kemal, di Kota Mataram terdapat sebanyak 5.000 rumah rusak sedang dan sekitar 8.000 rumah rusak ringan yang telah masuk data base sesuai pendataan saat gempa bumi terjadi.

Menurutnya, dalam penggunaan dana bantuan untuk rumah rusak sedang dan ringan ini tetap menggunakan sistem kelompok masyarakat (pokmas) seperti halnya korban dengan rumah rusak berat dan pokmas untuk korban rusak ringan dan berat sudah terbentuk.

“Namun untuk rumah rusak sedang dan ringan tidak menggunakan desain gambar, cukup dengan melampirkan rencana anggaran belanja (RAB),”  katanya.

Diungkapkan, untuk korban rusak sedang dan berat tidak lagi dilakukan validasi. Pun juga dengan penggunaan dananya bisa dengan mudah terpantau dengan melihat RAB dari masing-masing korban melalui pokmas. Dana yang bisa dicairkan sesuai dengan RAB yang dibuat para korban gempa bumi. “Jika dana itu lebih, maka sisanya dikembalikan lagi ke kas negara,” ujarnya.

Sementara menyinggung tentang progres pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban gempa dengan rumah rusak berat, Kemal mengatakan, progres pelaksanaan pembangunan huntap baik berupa rumah instan sederhana sehat (Risha) maupun rumah konvensional (Riko) saat ini sudah cukup bagus. (zad/jay/r5)

Berita Lainnya

Bukit Nipah dan Padanan Terbakar

Redaksi LombokPost

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Uang Korban Gempa Dicuri Mandor

Redaksi LombokPost

Kejuaraan Paralayang Nasional Diikuti 153 Peserta

Redaksi LombokPost

Melihat Persiapan Pemkot Menyambut HUT Kota Mataram Ke-26

Redaksi LombokPost

Korban TPPO Banyak Dijual ke Suriah

Redaksi LombokPost

Wajib Pakai Besi Kolom Sepuluh Mili

Redaksi LombokPost

Tok, Tok, Tok, Bank Rontok

Kafilah Kecamatan Mataram Juara MTQ XVIII