Lombok Post
Kriminal

Penyidik Segera Limpahkan Azhar ke JPU

SEGERA TAHAP DUA: Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat bersama Kabid Humas Kombes Pol Komang Suartana menerangkan kronologi penangkapan tersangka korupsi Azhar, kemarin (15/1).

MATARAM-Tersangka dugaan korupsi anggaran Desa Sukamulya, Sumbawa, Azhar segera dilimpahkan ke penuntut umum. Penyidik Subdit III Ditreskrimsus masih berkoordinasi dengan jaksa guna menentukan waktu tahap dua.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat mengatakan, setelah menangkap tersangka di Poso, Sulawesi Tengah, penyidik mengagendakan pelimpahan kepada jaksa penuntut umum (JPU).

”Proses di kita sudah selesai. Ini tinggal mencocokkan waktu dengan JPU untuk proses tahap dua,” kata Syarif, kemarin (15/1).

Selama proses penyelidikan hingga penyidikan, polisi sudah memeriksa 72 saksi. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap tiga saksi ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ahli pidana, serta PUPR Kabupaten Sumbawa.

Syarif menjelaskan, tersangka melakukan korupsi APBDes Sukamulya untuk tahun anggaran 2015 dan 2016. Dari perbuatan rasuahnya, muncul kerugian negara.

Penyidik menggunakan perhitungan dari dua lembaga auditor untuk kerugian negara. Berdasarkan hasil audit BPKP NTB, muncul kerugian sebesar Rp 623.528.500, sementara audit dari Inspektorat Sumbawa sebesar Rp 274.243.524.

”Total kerugian negara sekitar Rp 897 juta,” ujar dia.

Terhadap tersangka, polisi menjeratnya dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya paling singkat empat tahun penjara dan denda minimal Rp 200 juta.

Kasus ini mulanya masuk penyelidikan Polres Sumbawa. Di tahun 2018, Polda NTB menarik penanganan kasus hingga menetapkan Azhar sebagai tersangkanya. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, polisi memutuskan untuk tidak menahan Azhar. Dia hanya dikenakan wajib lapor dua kali seminggu.

Tetapi, Azhar justru menghilang saat polisi hendak melakukan proses pelimpahannya ke JPU. Desember 2018, Ditreskrimsus mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) atas nama Azhar. Foto dan identitas tersangka disebar ke Polda se-Indonesia.

Pencarian polisi berbuah manis pada 9 Januari 2019. Azhar berhasil ditangkap di Poso, Sulteng tanpa perlawanan. Penangkapan terhadap Azhar melibatkan jajaran Polres Poso dan Polsek Pamona Selatan.(dit/r2)

Berita Lainnya

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tersangka Penyuap Imigrasi Segera Diadili

Redaksi LombokPost

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost