Lombok Post
Selong

Andrea Ardi Ananda, Pustakawan Kebanggaan DPK Lotim (1)

PUSTAKAWAN TELADAN: Pegawai fungsional Pustakawan Andrea Ardi Ananda sedang membawa beberapa media cetak untuk dipajang di Kantor Perpustakaan dan Kearsiapan Daerah Lotim, kemarin (21/1).

Tahun 2015 lalu, Andre pernah menjadi pustakawan terbaik tingkat Provinsi NTB. Ia juga meraih meraih juara pustakawan terbaik ke tiga di tingkat nasional. Gelar tersebut masih melekat di dirinya. Tak hanya berupa piala, tapi juga kinerja sebagai yang terbaik.

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

============================

Laki-laki yang kini berusia 29 tahun itu akrab disapa Andre. Rambutnya selalu rapi. Begitu juga dengan seragam yang dikenakannya. Sepatu kulitnya juga dijaga agar tetap mengkilap. Sebagai pustakawan, ia memang harus menampilkan yang terbaik. Tapi jangan salah, penampilan Andre, berbanding lurus dengan kemampuannya.

Siang itu koran ini menemui Andre sedang mengambil air wudu di musala Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Lotim. Setelah menyelesaikan kewajiban ibadah salat Duhur, ia menemui penulis koran ini yang telah menunggu.

Andre meraih gelar sarjana perpustakaannya di Universitas Diponegoro Semarang. Lulus tahun 2010, ia langsung melamar jadi PNS di tahun 2011. Sesuai bidang, kebutuhan dan kemampuan yang diharapkan daerah, ia pun lulus.

“Saya memilih jurusan perpustakaan karena dulu sarjananya masih langka di Lotim,” kata Andre.

Karena masih langka dan baru, ia melihat potensi pengembangan keilmuan sebagai pustakawan sangat besar. Terutama di Lombok Timur pada khususnya dan NTB pada umumnya. Lebih luas lagi di Indonesia bagian timur, atau Indonesia sendiri sebagai negara berkembang. Apalagi melihat minat baca masyarakat Indonesia yang masih rendah.

Dari enam pegawai fungsional perpustakaan di Lombok Timur, Andre adalah satu-satunya yang memiliki gelar sarjana perpustakaan. Dua di antaranya D-3 perpustakaan, dan sisanya dari lintas bidang. “Dari enam itu, ada empat di kantor perpustakaan Lotim,” terangnya.

Kata Andre, menjadi pustakawan tidak hanya mengurus buku saja. Akan tetapi ada bidang lain yang menjadi tugas dan tanggung jawab seorang pustakawan. Salah satu yang paling digemarinya adalah tugas menghimpun, mengelola, dan menyebarluaskan informasi.

Tahun 2015 lalu menjadi momen yang tak terlupakan baginya. Ia terpilih menjadi pustakawan terbaik tingkat provinsi. Ia menjelaskan, salah satu yang dipersiapkan waktu itu adalah karya tulis. Tulisan itu menyangkut model pengembangan perpustakaan. Salah satu yang ia tonjolkan di sana adalah community engagement atau pelibatan masyarakat.

“Jadi perpustakaan sekarang tidak hanya tempat pinjam dan baca buku saja. Tapi kita kembangkan menjadi pusat belajar dan berkegiatan masyarakat,” terang Andre.

Perpustakaan kata Andre juga bisa menjadi tempat diskusi untuk bertukar ilmu pengetahuan. Di sanalah ia sebagai pustakawan tak hanya mengatur buku saja. Namun juga menjelaskan apa saja yang ingin diketahui lebih jauh oleh pemustaka.

Karena itu, pengetahuan sebagai seorang pustakawan tak hanya menata buku saja. Andre menjelaskan, semua orang bisa datang ke perpustakaan untuk berkegiatan. Tak hanya perkataan. Selama ini, Andre selalu meluangkan waktu di luar jam kerjanya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan komunitas dan pemuda yang bertempat di perpustakaan.

“Itulah yang kita maksud pengembangan,” kata Andre. (*/bersambung)

Berita Lainnya

Calon Pejabat Mulai Diseleksi

Redaksi LombokPost

Kinerja Dewan Mengecewakan, Pembahasan Raperda Sangat Minim

Redaksi LombokPost

Edukasi Warga lewat Game Android

Redaksi LombokPost

Dikbud Gagalkan Pernikahan Dini Jelang UN

Redaksi LombokPost

Kepala Disnakertrans Paling Diminati

Redaksi LombokPost

Dinsos Usulkan Tambahan 18 Ribu KK Penerima Jadup

Redaksi LombokPost

M Rido Abdillah, Penderita Tumor Ganas di Rahang dan Mata

Redaksi LombokPost

KPU Laksanakan Rekomendasi Bawaslu

Redaksi LombokPost

Ratusan Guru Jadi PPS dan PPK

Redaksi LombokPost