Lombok Post
NTB

ITDC Akan Pasang Sembilan Alat Pendeteksi Tsunami

Agung Pramuja

MATARAM-Provinsi NTB merupakan salah satu daerah yang rawan gempa dan tsunami. Untuk itu diperlukan alat untuk mendeteksi tsunami. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB Agung Pramuja mengatakan, penambahan alat deteksi tsunami memang diperlu dilakukan. “Sudah sangat perlu,” terangnya, kemarin (21/1).

Supaya semuanya tidak dibebankan ke pemerintah, BPBD NTB beberapa waktu lalu telah menggelar rapat dengan PT ITDC sebagai pengelola utama KEK Mandalika. Salah satunya untuk membahas soal pemasangan alat pendeteksi tsunami. Rencananya alat itu akan dipasang di sepanjang kawasan pantai Kuta, Lombok. “Barangkali tahun ini mereka sudah bisa mengadakan alatnya,” tegas Agung.

Salah satu prasyarat membangun infrastruktur di kawasan pesisir pantai, pengelola harus bisa menciptakan kondisi aman terhadap para pengunjung. Sehingga rencananya kata Agung, ada sembilan titik yang nantinya akan dipasangi alat deteksi tsunami. Di sepanjang kawasan pantai Kuta, jaraknya per 16 km. “Semuanya ITDC yang sediakan,” ujarnya.

Sementara dari pemprov sendiri, anggaran yang ada saat ini masih difokuskan pada penanganan pascabencana. Masih banyak rumah, sarana pendidikan, tempat ibadah, dan sarana kesehatan yangmembutuhkan anggaran yang sangat besar.

Pengadaan alat deteksi tsunami bukannya tidak masuk dalam skala prioritas. Tetapi karena harga per satu alat mencapai Rp 400 juta dan belum termasuk maintenance-nya. Karenanya Agung mendorong agar para pelaku usaha khususnya dibidang pariwisata juga bersama-sama membantu pemerintah terkait dengan persoalan ini. “Kalau kita lihat dari sisi pariwisata, kalau ada bencana akan terjadi penurunan kunjungan dan pasti akan berimbas pada pemasukan masyarakat,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bappeda NTB Ridwan Syah mengakui, pengadaan alat deteksi tsunami memang diperlukan dan penting tetapi belum masuk dalam anggaran. Ia berdalih sampai saat ini belum ada usulan dan secara teknis alat ini tergolong khusus.

“Kita juga belum tahu berapa harganya dan dipasang di mana saja serta berapa jumlahnya,” papar Ridwan.

Karenanya, Pemprov NTB terlebih dulu akan berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG. Ia berharap, dengan kekhususan dan mahalnya alat deteksi tsunami, setidaknya BNPB atau BMKG bisa membantu Pemprov NTB soal pengadaan. Seperti rencana pemerintah pusat yang akan memasang di beberapa daerah di Indonesia yang rawan bencana. (yun/r7)

Berita Lainnya

Banjir Dompu Rendam Lima Wilayah, 3.140 Warga Mengungsi

Redaksi LombokPost

500 Ribu Warga Belum Tersentuh Listrik

Redaksi LombokPost

Ayo Nyoblos, Jangan Golput Ya

Redaksi LombokPost

Bantu Buat Paparan Lebih Mudah Diingat dan Dipahami

Redaksi LombokPost

Tiga Investor Global Hub Angkat Kaki

Redaksi LombokPost

Batik Ijo Komit Kembangkan Smart City

Redaksi LombokPost

Perbaikan IC Molor, PUPR Belum Bersikap

Redaksi LombokPost

Wapres Tinjau Rehab Rekon Lagi

Redaksi LombokPost

Pemprov Siapkan Program Sasambo Gemilang, Sasar 10 Ribu Keluarga Miskin

Redaksi LombokPost