Lombok Post
Politika

Pengamat Prediksi Dampak PBB Kecil

H Misbach Mulyadi

MATARAM-Pengamat politik NTB Agus menilai bergabungnya Yusril Ihza Mahendra beserta PBB yang dipimpinnya tidak akan memberi dampak signifikan terhadap Jokowi-Ma’ruf. ”Pengaruhnya ada tapi tidak banyak,” ujarnya.

Hal ini disebabkan karena dalam pemilu serentak ini, rasionalitas politik elit partai dan rasionalitas pemilih berbeda. Artinya dukungan elit partai terhadap calon presiden tidak selalu diikuti oleh pemilih. Terlebih, PBB dapat dikatakan merupakan partai kecil. Bersama PKPI, dua partai ini adalah partai lama yang tak menempatkan wakilnya di parlemen pusat karena tak meraih suara minimal ambang batas.

Faktor yang berpengaruh terhadap rasionalitas pemilih lanjutnya beragam. Bisa rasionalitas sosiologis, rasionalitas psikologis, dan rasionalitas ekonomis. ”Pemilih kita sekarang cenderung ke rasionalitas psikologis dan ekonomis,” prediksinya.

Dengan kecenderungan menuju arah dua rasionalitas tadi, pemilih tidak melihat arah dukungan partai tetapi performa calon presiden. Dengan begitu dukungan Yusril dan PBB dipercaya tidak akan memberi pengaruh signifikan terhadap suara Jokowi-Ma’ruf. ”Apalagi Yusril sebagai ketua umum PBB tidak mengharuskan seluruh kader dan fungsionaris PBB untuk totalitas mendukung Jokowi-Ma’ruf,” katanya.

Ya, sejumlah kader terang-ternagan mendukung Prabowo-Sandi pasca arah yang dibuat PBB. Tidak ada sanksi atas itu. Meskipun ini kemudian diklaim Yusril sebagai pilihan pribadi, bukan atas nama partai.

Dilain pihak, meski terlambat, masuknya PBB sebagai pendukung Jokowi-Ma’ruf disambut baik tim kampanye daerah (TKD) di NTB. Bahkan PBB dibukakan pintu lebar untuk bisa bergabung dalam tim pemenangan. ”Kami harap PBB bisa membantu kerja-kerja TKD untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf,” ujar Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf NTB H Misbach Mulyadi, kemarin.

Pria yang juga menjabat ketua harian Golkar NTB ini mengatakan semua partai harus bersatu dan bekerja bersama. Dengan koordinasi yang baik dalam satu komando tim, maka kerja-kerja untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf diyakini bisa lebih optimal. ”Ini untuk menambah kekuatan,” ujarnya. (puj/r4)

Berita Lainnya

HRF : Smart City itu Kunci!

Redaksi Lombok Post

Empat Tahun, Bisa Balik Modal Nggak?

Redaksi Lombok Post

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost