Lombok Post
Kriminal

PN Mataram Kirim Berkas PK Baiq Nuril

SIDANG PERDANA: Baiq Nuril Maknun menghadiri sidang Peninjauan Kembali dengan agenda pembacaan memori Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Pengadilan Negeri (PN) Mataram mengirimkan berkas peninjauan kembali (PK) Baiq Nuril Maknun ke Mahkamah Agung. Langkah ini dilakukan setelah proses pemeriksaan berkas memori PK rampung di PN Mataram.

”Sudah kita kirim pekan lalu, Jumat (25/1),” kata Juru bicara PN Mataram Didiek Jatmiko, kemarin (29/1).

Didiek mengatakan, PN Mataram tinggal menunggu kabar hasil putusan dari MA atas PK yang dilayangkan Baiq Nuril. Hasil putusan berupa menerima atau menolak permohonan PK.

”Kita tunggu hasilnya. Kalau sudah keluar, akan disampaikan kepada pemohon dan termohon,” ujar Didiek.

Baiq Nuril menempuh upaya peninjauan kembali (PK)atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan Nuril bersalah di perkara ITE. Putusan MA menganulir vonis PN Mataram yang membebaskan Nuril dari segala tuduhan JPU Kejaksaan Negeri Mataram.

Dari memori PK, pihak Nuril mengambil kesimpulan atas putusan MA. Menurut mereka, putusan MA kontradiktif dengan putusan peradilan pertama. Yakni, putusan PN Mataram yang membebaskan Baiq Nuril Maknun, medio Juli 2017.

Karena itu, penasihat hukum Nuril meminta kepada majelis hakim untuk membatalkan putusan kasasi MA, membebaskan Baiq Nuril dari seluruh dakwaan, serta mengembalikan hak Nuril dalam statusnya sebagai warga sipil.

Penasihat hukum Nuril juga menyinggung mengenai pendistribusian data dan atau mentransmisikan rekaman pembicaraan Baiq Nuril dengan Muslim. Dalam fakta persidangan, perbuatan tersebut dilakukan rekan Baiq Nuril yang saat itu sama-sama bekerja sebagai tenaga honor di SMAN 7 Mataram.(dit/r2)

Berita Lainnya

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tersangka Penyuap Imigrasi Segera Diadili

Redaksi LombokPost

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost