Lombok Post
Politika

Martawang Disidang Bawaslu

BERI KETERANGAN: Asisten I Setda Mataram Lalu Martawang (kiri) saat memberikan keterangan kepada Bawaslu Mataram, kemarin.

MATARAM-Asisten I Setda Mataram Lalu Martawang memenuhi undangan Bawaslu Mataram untuk melakukan klarifikasi, kemarin. Klarifikasi itu terkait laporan masyarakat atas dugaan sikap tidak netral dalam pemilu sebagai ASN.

Pantauan koran ini, Martawang tiba di kantor Bawaslu Mataram pukul 13.30 Wita. Dia lantas dimintai klarifikasi oleh Ketua Bawaslu Mataram Hasan Basri didampingi Komisioner Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Sengketa Dewi Asmawardhani.

Kepada wartawan usai dimintai klarifikasi, Martawang menjelaskan dirinya hadir memberikan klarifikasi terkait berita yang menyebar beberapa hari terakhir. ”Saya apresiasi Bawaslu yang sudah melakukan klarifikasi kepada saya,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Miq Aweng ini berharap seluruh pihak untuk mendudukkan persoalan pada posisi yang sebenarnya terjadi. Dengan tidak menambah dan mengurangi. Menurutnya, jika dilihat hanya dari foto, bukan berdasarkan kejadian sesungguhnya maka akan tersesat. ”Semua sudah saya klarifikasi tadi. Foto itu diambil saat saya berulang tahun pada 23 Januari 2019. Tidak ada kaitannya dengan pilpres atau pileg. Itu hanya untuk seru-seruan saja,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Mataram Hasan Basri mengatakan meskipun sudah memintai klarifikasi terlapor, namun Bawaslu masih belum bisa memutuskan apakah laporan masyarakat ini bisa ditindaklanjuti sebagai pelanggaran. Pihaknya masih membutuhkan keterangan lagi. Seperti dari saksi lainnya dan orang-orang yang ada dalam foto yang menjadi bahan laporan dari pelapor. ”Pelapor dan saksi hanya mengenal Lalu Martawang dan dilaporkan. Tapi kami tetap akan memanggil pihak lainnya yang ada dalam foto untuk diklarifikasi,” jelasnya.

Sebelum meminta klarifikasi terlapor, Bawaslu sudah memintai klarifikasi pelapor dan saksi. Komisioner Bawaslu Mataram Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Sengketa (HPPS) Dewi Asmawardhani menambahkan selama masa kampanye, Bawaslu sudah menangani enam kasus dugaan pelanggaran.

Terdiri dari empat kasus yang menjadi temuan langsung Bawaslu Mataram dan Panwaslu Kecamatan. Sedangkan dua kasus lainnya merupakan laporan dari masyarakat. Empat kasus yang seluruhnya temuan Bawaslu sudah ditindaklanjuti.

Yang pertama kasus yang melibatkan calon DPD RI Dapil NTB dan oknum PNS. Temuan ini sudah dinaikkan ke sentra Gakkumdu. Namun pada pembahasan kedua di Gakkumdu diputuskan tidak memenuhi unsur. ”Untuk PNS yang terlibat kita sudah rekomendasikan ke KASN pada November 2018 lalu,” katanya.

Temuan yang kedua terkait salah seorang kepala lingkungan di Kecamatan Ampenan. Kaling tersebut mengimbau masyarakat mendukung salah satu peserta pemilu di tempat ibadah. ”Temuan kedua ini juga sudah dinaikkan ke sentra Gakkumdu tetapi tidak memenuhi unsur sehingga dihentikan,” imbuhnya.

Yang ketiga adalah temuan terkait salah satu kaling di Kecamatan Ampenan yang mengkampanyekan salah satu peserta pemilu dengan cara menempelkan foto dirinya beserta jabatannya sebagai kaling di baliho peserta pemilu. ”Dua kaling ini sudah ditindaklanjuti ke pemkot. Karena ada perda yang mengharuskan kaling netral dalam pemilu,” tandasnya.

Temuan keempat adalah kampanye di media sosial yang dilakukan salah seorang tenaga honorer. Yang bersangkutan melakukan kampanye bagi keluarganya.

Perempuan berjilbab ini melanjutkan untuk dua laporan masyarakat yang masuk ke  Bawaslu Mataram terdiri dari dugaan money politic dan dugaan tidak netralnya oknum ASN Pemkot Mataram. ”Dua-duanya sedang berproses dan belum ada keputusan. Minggu ini ada pembahasan kedua untuk menentukan apakah bisa dilanjutkan atau tidak,” pungkasnya. (puj/r4)

Berita Lainnya

Titiek Soeharto Serukan Pemenangan Prabowo-Sandi

Redaksi LombokPost

Adawiyah Ajak Perempuan Melek Politik

Redaksi LombokPost

Haji Patti Sosialisasikan Contoh Surat Suara

Redaksi LombokPost

HBK : Sembalun Sangat Potensial Untuk Ashitaba

Redaksi LombokPost

Golkar Percaya TGB Masih Punya Pengaruh Kuat

Redaksi LombokPost

Irzani Dorong Pesantren Manfaatkan Teknologi

Redaksi LombokPost

Untuk Milenial, Nofian Hadi Gagas Pojok Cerdas

Redaksi LombokPost

Jungkalkan Prabowo-Sandi, JKSN NTB Gerakkan 10.000 Relawan

Redaksi LombokPost

Nasdem Buka Pintu Untuk Aksar

Redaksi LombokPost