Lombok Post
Metropolis

Pantai Sepi, PKL Mengeluh

SEPI PENGUNJUNG: Kondisi pantai Boom Ampenan terlihat sepi, kemarin (30/1). Cuaca buruk belakangan ini membuat warga tidak berani ke pesisir pantai.

MATARAM-Cuaca ekstrem yang melanda Kota Mataram dan sekitarnya tidak hanya membuat bangunan rusak dan pohon tumbang. Namun juga membuat pantai Boom Ampenan sepi pengunjung.

Tempat wisata ini kemarin pagi terlihat sepi. Tidak ada satu pun pengunjung yang datang melihat keindahan alam atau sekadar menikmati kuliner di pantai ini. Hanya beberapa pedagang yang terlihat duduk manis di depan dagangannya menunggu pembeli.

Di sisi lain salah seorang pedagang terlihat sibuk memasang atap lapak yang diterjang angin kencang belum beberapa waktu lalu.

Mala, salah seorang pedagang di pantai Boom Ampenan terpaksa buka tutup karena sepinya pengunjung belakangan ini. Sepinya pengunjung di salah satu tempat wisata di Kota Mataram terjadi sebelum tahun baru. “Malam tahun baru sampai jam 11 orang sudah nutup,” sebut perempuan asal Kampung Melayu, Ampenan ini.

Mala mengaku hujan disertai angin kencang tidak hanya membuat lapak PKL di pesisir pantai Boom Ampenan beterbangan. Namun juga air laut sempat naik ke lapak PKL. Parahnya lagi, para pengunjung sepi. “Mau tidak mau kita harus buka dari pagi,” sebut perempuan dua anak ini.

Kondisi sepi seperti sekarang ini mau tidak mau ia harus meimnjam uang di koperasi demi kebutuhan sehari-harinya. Dan untuk menanbah modal berdagang. Saat ini kata dia, tidak ada pedagang yang berjualan sampai pukul 12.00 Wita, paling mereka (pedagang) pukul 11. 00 Wita sudah tutup. “Sebelum angin besar jam 12 malam masih ramai pengunjung,” sebutnya.

Sekitar satu tahun Mala dan PKL lainnya tidak nyaman berjualan karena penerang jalan umum (PJU) di depan anjungan mati. Hampir satu tahun PJU belum diperbaiki. “Kalau rusak karena angin kencang bisa kita maklumi, tapi ini sudah satu tahun,” tutur perempuan berjilbab ini.

Terpisah Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam enggan percaya jika PJU di depan anjungan pantai Boom Ampenan mati satu tahun  lalu. Sebab, anjungan itu saja dibuat pada Mei 208 lalu. “Kalau satu tahun matinya mungkin tidak sampai,” akunya.

Ia menegaskan, pihaknya baru saja memperbaiki beberapa PJU di pantai Boom Ampenan. Jadi kata dia, jika PJU di depan anjungan mati ia tidak percaya. Oleh sebab itu hari ini pihaknya akan mengecek keberadaan lampu tersebut.

Ia menambahkan, anjungan di pantai Boom Ampenan sumbangan dari Astra. Pun juga lampunya langsung dari dinas PUPR. “Nanti kita cek,” sebutnya. Jika pun mati hal yang wajar karena berada di pesisir pantai. Angin kencang bisa saja membuat kabel putus dan konsleting. (jay/r5)

Berita Lainnya

Bukit Nipah dan Padanan Terbakar

Redaksi LombokPost

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Uang Korban Gempa Dicuri Mandor

Redaksi LombokPost

Kejuaraan Paralayang Nasional Diikuti 153 Peserta

Redaksi LombokPost

Melihat Persiapan Pemkot Menyambut HUT Kota Mataram Ke-26

Redaksi LombokPost

Korban TPPO Banyak Dijual ke Suriah

Redaksi LombokPost

Wajib Pakai Besi Kolom Sepuluh Mili

Redaksi LombokPost

Tok, Tok, Tok, Bank Rontok

Kafilah Kecamatan Mataram Juara MTQ XVIII