Lombok Post
Metropolis

Eliminasi Anjing Kian Gencar

RABIES: Petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mataram sedang memberikan vaksin untuk anjing peliharaan warga kota, kemarin (1/2). Ini dilakukan sebagai antisipasi rabies. ANTISIPASI

MATARAM-Penyakit anjing gila atau rabies diantisipasi masuk ibu kota. Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mataram menambah jadwal eliminasi atau pemusnahan anjing liar. Jika sebelumnya rata-rata sebulan sekali, kini frekuensi pengawasannya ditingkatkan dengan meminta peran aktif kepala lingkungan melapor pada tim.

“Sekarang tim saya minta aktif turun ke lapangan, koordinasi dengan kepala lingkungan, lurah hingga Satpol PP,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mataram H Mutawalli.

Sejauh ini dari hasil pengawasan tim di lapangan belum ada tanda-tanda anjing gila atau masyarakat yang terkena rabies. Namun Mutawalli mengatakan selain memberikan bantuan vaksinasi terhadap hewan peliharaan, tim juga tetap secara rutin akan melalukan eliminasi. “Kalau ada yang meresahkan, kita racun pada tengah malam. Sekitar jam 1-2,” terangnya.

Baru setelah anjing itu mati kemudian di kubur. Di lokasi yang jauh dari permukiman warga.

Mutawalli mengatakan pihaknya belum melakukan pendataan secara resmi. Berapa jumlah anjing di ibu kota. Tapi secara umum ada dua kelompok anjing, yakni liar dan peliharaan. Mutawalli mengatakan gunanya koordinasi dengan kepala lingkungan atau lurah, guna memastikan anjing itu bukan peliharaan.

Pengawasan juga diberikan pada anjing peliharaan. “Jika ada tanda-tanda anjing (peliharaan) itu rabies, kita sampaikan pada pemiliknya untuk dieliminasi,” terangnya.

Pihaknya juga mendengar tentang kasus anjing gila di Dompu. Namun ia juga mendengar anjing-anjing di sana langsung diisolasi. Sehingga kekhwatiran penyebaran bisa diantisipasi dengan segara. “Kita berharap balai karantina bisa menutup dulu akses hewan peliharaan yang datang lewat Pulau Sumbawa ditutup dulu,” harapnya.

Namun demikian kewaspadaan tetap ditingkatkan. Warga diimbau agar segera melapor dan memeriksakan diri jika tergigit hewan membawa virus rabies. Sebab tidak hanya anjing, tetapi ada kucing, dan kera yang juga bisa membawa rabies. “Jadi waspada juga buat yang punya kucing,” peringatnya.

Populasi terbesar anjing di Kota Mataram masih berada di kompleks perkampungan warga yang beragama Hindu. Di kawasan inilah tim diminta lebih proaktif melakukan komunikasi dan pengawasan terhadap anjing-anjing di sana.

“Tanda anjing gila atau kucing gila, itu sangat hiperaktif. Kalau misalnya di anjing itu ia menggonggong hingga menggigit, lalu setelah itu akan sembunyi di tempat yang gelap,” jelasnya.

Paling lama satu minggu kemudian anjing itu akan mati. Begitu juga halnya yang terjadi jika pada kucing atau kera ada virus rabies. Karenannya jika ada masyarakat yang memelihara atau melihat ciri-ciri itu pada tiga jenis hewan itu disarankan segera melapor. Menghindari penyebaran penyakit rabies meluas di ibu kota. “Intinya kita tetap waspada,” tandasnya.

Terpisah Kepala RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra menyebut pihaknya sampai saat ini belum ada menangani pasien kena virus rabies di ibu kota. Namun ia memastikan pihaknya siap saja menangani jika ada kasus itu di ibu kota atau pasien rujukan dari luar daerah. “Saya belum dapat report,” kata pria yang karib di sapa dokter Jack ini.

Namun ia yakin tingginya kasus rabies di Dompu masih bisa ditangani beberapa rumah sakit yang ada di Pulau Sumbawa. Secara sumber daya manusia dan fasiltias di sana menurut Jack memungkinkan untuk penanganan pasien yang terkena gigitan anjing gila. “Ada rumah sakit daerah, swasta, saya pikir sangat bisa ditangani di sana, di sini juga ada rumah sakit provinsi, jika memang jumlahnya tak tertangani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi saat ditanya tentang kasus rabies di Kota Mataram memastikan belum ada laporan. Ia berharap kasus yang terjadi di Dompu tidak sampai merembet hingga ibu kota. “Alhamdulillah, belum ada,” kata Usman melalui pesan singkat. (zad/yun/r7)

Berita Lainnya

Pemprov NTB Akhirnya Buka Pendaftaran PPPK , Honorer Diberi Waktu Dua Hari

Redaksi LombokPost

Empat Hewan Pembawa Rabies Ditemukan Balai Karantina

Redaksi LombokPost

RSUD Kota Mataram Siapkan Aplikasi SIMRS

Redaksi LombokPost

Kaderlan Pencari Damai di Rumah Panggung dari Kayu Bekas

Redaksi LombokPost

Pemkot Mataram Angkat Tangan Tak Ikut Pendaftaran PPPK Serentak

Redaksi LombokPost

Permintaan Eliminasi Anjing Cukup Tinggi

Redaksi LombokPost

Baru Tiga Kecamatan Punya RDRT

Redaksi LombokPost

Fatwir Jabat Kadis Pendidikan

Redaksi LombokPost

Miftah: Penertiban Pelanggaran Tata Ruang Akan Dilanjutkan!

Redaksi LombokPost