Lombok Post
Metropolis

Pedagang Barang Bekas Segera Direlokasi

PARKIR SEMBARANGAN: Puluhan sepeda motor dan mobil yang terparkir liar di bahu jalan di Kawasan Bisnis Cakranegara menyebabkan lalu lintas kian semrawut, kemarin (1/2).

MATARAM-Penertiban Kawasan Bisnis Cakranegara terus menjadi perhatian Pemkot Mataram. Semrawutnya lalu lintas di kawasan tersebut yang disebabkan keberadaan PKL dan parkir liar harus segera ditangani.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura menerangkan, setelah penetapan lahan parkir, tim Penertiban Terpadu akan bergeser ke tugas lain. Yaitu merelokasi para pedagang barang bekas. Tempat parkir akan terpusat di dua tempat, yaitu di Kompleka Pertokoan Selaparang Square dan depan Pura Meru.

“Kita akan relokasi ke tempat yang sudah dibangun oleh Dinas Perdagangan,” katanya kepada Lombok Post.

Rencananya, dalam waktu dekat, kegiatan itu akan segera dilakukan. Pemkot telah menyediakan los di belakang Pasar Cakranegera untuk pedagang barang bekas itu. Sehingga bangunan sementara yang kebanyakan terbuat dari kayu milik pedagang akan dibongkar.

Saat ini kata Mahmuddin, penyerahan selesainya pekerjaan dari pihak ketiga ke pemkot masih dalam proses. Memang secara administrasi secara proyek sudah serah terima namun tidak elok jika tidak ada semacam seremoni. “Biar gak kelihatan padat dan semrawut lagi di situ,” ujarnya.

Relokasi pedagang barang bekas, memang satu dari sekian langkah pemkot untuk melakukan penertiban. Namun fokus utamanya terang Mahmuddin, masih berkutat pada keberadaan parkir liar yang membuat kemacetan. Karena persoalan yang lebih menonjol bagaimana pemkot bersinergi agar Kawasan Bisnis Cakranegara bisa bebas dari parkir liar.

Ia mengakui, tidak mudah memang mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah terbentuk, selama bertahun-tahun. Karena itu, ia berharap ada petugas khusus seperti dari Satpol PP maupun Dishub Kota Mataram untuk berjaga-jaga. Melakukan pengawasan sambil sosialisasi jika masyarakat melakukan pelanggaran. “Agar kebiasaan masyarakat bisa lebih tertib,” terang Mahmuddin.

Selain itu, pemusatan lahan parkir juga tidak serta merta menghilangkan hak pemilik lahan. Yaitu pengelola Selaparang Square dan Pura Meru. Namun tetap di bawah pengawasan Dishub Kota Mataram. Karenanya mantan Kadis PUPR Kota Mataram ini menegaskan, soal hasil retribusi parkir akan dibagi dua antara Dishub Kota Mataram dan pihak pengelola. (yun/r7)

Berita Lainnya

Bukit Nipah dan Padanan Terbakar

Redaksi LombokPost

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Uang Korban Gempa Dicuri Mandor

Redaksi LombokPost

Kejuaraan Paralayang Nasional Diikuti 153 Peserta

Redaksi LombokPost

Melihat Persiapan Pemkot Menyambut HUT Kota Mataram Ke-26

Redaksi LombokPost

Korban TPPO Banyak Dijual ke Suriah

Redaksi LombokPost

Wajib Pakai Besi Kolom Sepuluh Mili

Redaksi LombokPost

Tok, Tok, Tok, Bank Rontok

Kafilah Kecamatan Mataram Juara MTQ XVIII