Lombok Post
Tanjung

Oknum Polisi Bobol Brankas Mapolres

AKBP Herman Suriyono SIK

TANJUNG-Penegakan hukum tidak boleh pandang bulu. Hal ini yang ingin diterapkan Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono. Seorang oknum anggota polisi yang kedapatan mencuri brankas Mapolres Lombok Utara belum lama ini diberi sanksi tegas. Selain sanksi pidana, oknum polisi berinisial A ini juga akan mendapatkan sanksi secara kelembagaan.

“Ini adalah salah satu upaya kita dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” ujar kapolres, Senin lalu (4/2).

Ia menuturkan, kejadian tersebut berlangsung pada Senin lalu (25/1) sekitar pukul 02.00 Wita. Pelaku saat itu membuka pintu ruangan Kasi Keu dengan merusak baut engsel pintu menggunakan obeng. Setelah terbuka, pelaku kemudian masuk hendak mengambil uang kas yang ada di dalam brankas.

“Pelaku mencoba merusak brankas tapi tidak berhasil,” sambungnya.

Ia melanjutkan, karena tidak berhasil merusak brankas, pelaku lantas menarik brankas tersebut dengan bantuan matras. Saat itulah, aksi pelaku dipergoki Brigadir Kusmayadi, petugas Bamin SPKT yang tengah piket.

“Pelaku sempat memohon pada saksi agar tidak meributkan masalah tersebut, dan menawarkan membagi dua uang dalam brankas tersebut,” jelas kapolres.

Tawaran pelaku ditolak oleh saksi. Saksi lantas menyuruh pelaku untuk mengembalikan brankas tersebut di lokasi semula.  Setelah dikembalikan ke posisi semula, pelaku kembali memohon pada saksi di pos penjagaan agar aksinya tidak dibeberkan pada siapapun. Usai memohon, pelaku pun keluar dari pos penjagaan dan mengambil mobilnya bernopol DK 1759 AY yang diparkir di luar Mapolres KLU. Namun kasus ini akhirnya tetap berlanjut.

“Saat ini pelakunya sudah kita bawa ke rutan tahanan Polda NTB dan proses hukum sedang berjalan,” aku kapolres.

Ia melanjutkan, oknum anggota polisi itu dikenakan pasal 363 ayat 3 junto 53 ayat 1 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Selain itu, pelaku juga akan dikenakan sanksi kelembagaan. Namun Herman mengatakan saat ini pihaknya masih memproses pelaku dengan pidana umum terlebih dahulu.

“Setelah itu baru kita lakukan proses dengan kode etik kepolisian seperti apa,” pungkasnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

DLHPKP Canangkan Gerakan “Gemar Membatik”

Redaksi LombokPost

Sekda Dukung Razia ASN

Redaksi LombokPost

Bupati Terima Rombongan LAN RI

Redaksi LombokPost

PSU Rentan Money Politic

Redaksi LombokPost

Tarif Cidomo di Tiga Gili Bakal Diatur

Redaksi LombokPost

4.978 Surat Suara Tidak Sah di KLU

Redaksi LombokPost

Tahun Ini KLU Tidak Gelar Job Fair

Redaksi LombokPost

Ratusan ASN Terjaring Razia Disiplin

Redaksi LombokPost

Prempuan Inspiratif Terima Penghargaan

Redaksi LombokPost