Lombok Post
Politika

PSI Lapor Bawaslu, BPN Minta Aparat Tak Diam

Ketua DPW PSI NTB Putrawan Tasal bersama beberapa pengurus melapor ke Bawaslu NTB, kemarin

MATARAM-Sistem Informasi Akademik (SIA) Unram yang diretas, mendapat respon dari DPW PSI NTB. Partai ini merasa dicemarkan nama baiknya, karena dalam hasil retas tersebut, ditampilkan logo atau lambang PSI.

Karenanya, PSI membuat pengaduan ke Polda NTB dan laporan ke Bawaslu NTB, kemarin. Ketua DPW PSI NTB Putrawan Tasal menjelaskan hal ini sangat merugikan PSI. Kini muncul opini yang meresahkan dan membuat gaduh. ”Nama PSI juga tercoreng, dikalangan mahasiswa yang merupakan pilihan milenial,” ujarnya.

Langkah hukum ini harus dilakukan untuk mencegah opini negatif terbangun. Terlebih pemilih milineal merupakan target suara PSI. ”Ini tahun politik, jadi ini membuat kami dirugikan,” ujarnya geram.

”Saya tegaskan ini bukan PSI yang melakukan. Ini tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab,” sambungnya.

Kejadian ini juga sudah dikoordinasikan dengan PSI pusat. Hasilnya PSI meminta daerah menindaklanjutinya. Karena pekerjaan kotor seperti ini ditegaskannya tidak mencerminkan PSI. ”PSI itu beretika, memiliki sopan santun dan tidak membuat kegaduhan di tengah masyarakat,” katanya.

Tasal menegaskan peretasan SIA Unram dengan memasukkan logo dan lambang PSI ini merupakan black campaign. Untuk itu DPW PSI NTB berharap aparat bisa menuntaskannya.

Selain menampilkan logo dan lambang PSI, SIA Unram yang diretas juga menampilkan tulisan Jokowi2Periode. Menanggapi hal ini juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Taufan Rahmadi  mengatakan BPN menyerahkan kepada pihak yang berwajib untuk mengusut ini. ”Tentunya kami tak ingin berspekulasi untuk menuduh siapapun,” jawabnya singkat.

Komisioner Bawaslu NTB Divisi Pengawasan Umar Achmad Seth mengatakan sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu akan menindaklanjuti laporan yang sudah dilayangkan. ” Jika pelakunya bukan dari peserta pemilu maka ini akan menjadi ranah aparat kepolisian,” katanya. (puj/r4)

Berita Lainnya

HRF : Smart City itu Kunci!

Redaksi Lombok Post

Empat Tahun, Bisa Balik Modal Nggak?

Redaksi Lombok Post

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost