Lombok Post
Giri Menang

Pemberantasan Sarang Nyamuk, Ratusan Pelajar Dikerahkan

BERANTAS SARANG NYAMUK: Kepala Puskesmas Kuripan M Husni bersama Camat Kuripan Banu Harli saat mengidentifikasi keberadaan jentik nyamuk penyebab DBD di Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, kemarin (8/2).

GIRI MENANG-Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di wilayah Lombok Barat (Lobar) kian mengkhawatirkan. Ini membuat pihak Dinas Kesehatan Lobar melalui sejumlah Puskesmas mengambil tindakan pencegahan peningkatan DBD. Salah satunya dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melibatkan para pelajar sekolah.

“PSN ini penting karena bisa memberantas sumber sarang nyamuk DBD. Dengan melibatkan pelajar sekolah, kami berharap bisa mengedukasi bagaimana DBD bisa menjangkiti manusia,” terang Kepala Puskesmas Kuripan M Husni, kemarin (8/2).

Harapannya, para pelajar ini sekaligus bisa menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang akan mengajak keluarganya dan masyarakat Kuripan waspada terhadap DBD. Sekitar 300 pelajar SD, SMP hingga SMA kemarin berkumpul di Kantor Desa Jagaraga. Mereka bergerak dari satu rumah ke ruma lain  memantau keberadaan jentik yang ada di tempat-tempat tertentu.

Misalnya di bak penampungan air, kaleng bekas, hingga plastik atau barang-barang yang menjadi tempat genangan air hujan. ”Lokasi yang menampung air bisa menjadi tempat perkembangbiakan jentik. Tempat minum burung hingga pot harus diwaspadai. Kalau ada potensi jentik, langsung buang saja airnya ke tanah,” jelas M Husni.

Saat ini ia membeberkan ada 32 kasus DBD yang ada di wilayah Kuripan. Dengan dua orang masih dirawat di RSUD Tripat. Jumlah kasus ini meningkat hampir dua kali lipat dari kasus tahun sebelumnya. Karena selama 2018 lalu, kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Kuripan hanya 18 kasus. Namun saat ini, baru memasuki awal Februari, peningkatan kasus DBD cukup tinggi.

Beruntung, sejuah ini belum ada korban jiwa akibat kasus DBD. Camat Kuripan Banu Harli menjelaskan upaya PSN ini sangat penting dilakukan. Mengingat kasus DBD di wilayah Kecamatan Kuripan menjadi yang terbanyak di Lobar. Melalui PSN ini, pemerintah kecamatan berusaha menekan agar kasus DBD bisa mencapai nol.

“Kami akan mendeklarasikan Kuripan sehat dengan mengadakan kegiatan Jumat bersih. Kami ingin ke semua dusun dan desa bisa melakukan PSN dengan cara bergotong royong,” terang mantan pajabat Arpusda Lobar itu.

Harapannya, meski saat ini Kuripan menjadi wilayah terbanyak yang terjangkit kasus DBD, setelah dilakukan PSN ini, tidak ada lagi kasus DBD yang terjadi lagi. Untuk diketahui, data Dinas Kesehatan Lobar, jumlah warga yang menderita DBD menembus angka 62 orang. Kasus DBD terjadi hampir di semua kecamatan yang ada di Lobar. (ton/r10)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi!

Redaksi LombokPost

Satu Sapi dan Tiga Kambing Tak Layak Sembelih

Redaksi LombokPost

Senggigi Butuh Jualan Baru!

Redaksi LombokPost

Farin Langsung Bidik Kursi Bupati

Redaksi LombokPost

Aparat Diminta Usut Perjalanan Dinas Dewan Lobar

Redaksi LombokPost

Rp 595 Juta Kerugian Negara Belum Kembali!

Redaksi LombokPost

Dermaga Rusak, Antrean Truk Mengular

Redaksi LombokPost

Tegur Sudah, Segel Sudah, Bongkarnya Tunggu Apalagi?

Redaksi LombokPost

Pedagang Ingin Kembali ke Pasar Lama Gunungsari

Redaksi LombokPost