Lombok Post
Headline Kriminal

Penjara Seumur Hidup Menanti Jinggo

SIDANG PERDANA: Terdakwa I Made Subrata alias Jinggo menjalani sidang perdana untuk dugaan tindak pidana pembunuhan, di Pengadilan Negeri Mataram, Kamis (7/2).

MATARAM – I Made Subrata alias Jinggo, pembunuh anggota Polri Nengah Sukarta, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Kamis (7/2). Jinggo didakwa jaksa dengan dakwaan alternatif kumulatif.

Di sidang perdana ini, jaksa melakukan dua agenda sekaligus. Pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi-saksi. Ada delapan saksi yang dihadirkan penuntut umum. Yakni, keluarga korban hingga penerima gadai.

Jaksa Ema Muliawati dalam dakwaannya mengatakan, pembunuhan tersebut bermula pada Oktober 2018. Ketika itu, terdakwa menyewa motor milik Farouk di penginapan internasional, Kecamatan Cakranegara.

”Terdakwa menyewa kendaraan itu selama tiga hari,” kata Ema.

Namun, tanpa seizin Farouk, Jinggo pergi menggadaikan motor ke Made alias Paul di wilayah Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Dari hasil gadai itu, Jinggo mengantongi uang sebanyak Rp 3 juta.

Uang gadai, digunakan Jinggo untuk membeli sabu, bermain judi, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perbuatan Jinggo rupanya diketahui Farouk. Kecurigaannya muncul karena Jinggo belum melunasi biaya dan mengembalikan motor yang disewanya. ”Saksi (Farouk) sempat mengatakan kepada terdakwa akan melaporkan perbuatannya ke polisi,” terang jaksa.

Perkataan Farouk membuat Jinggo kebingungan. Hingga pada 9 November, Nengah Sukarta menelepon terdakwa dan menyuruhnya datang ke rumah, di Jalan Gora, Lingkungan Seksari, Kelurahan Cakra Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

”Oleh korban, terdakwa diminta membantu mencabut rumput dan bersih-bersih di rumah,” ujar dia.

Ketika mencabut rumput, korban memarahi terdakwa. Perbuatan tersebut membuat Jinggo sakit hati. ”Timbul niat dari terdakwa untuk menghabisi nyawa korban,” tutur Ema.

Aksi sadis Jinggo diwujudkan usai memasakkan mie instan untuk korban. Saat itu, Jinggo yang telah memegang pipa besi mendatangi korban dari arah belakang. Ketika itu, korban tengah duduk sambil memainkan handphonenya.

Jinggo lalu memukulkan pipa besi mengarah ke tengkuk korban. Ketika pukulan pertama, korban sempat bangun dan berusaha mengejar. Tetapi, Jinggo semakin beringas. Dia kembali melancarkan pukulan sebanyak lima kali.

Perbuatan terdakwa membuat Sukarta terkapar. Setelah korban tak bernyawa, Jinggo mengambil kain dan berusaha membersihkan darah yang berceceran di lantai. Terdakwa, kata Ema, kemudian mengambil dua unit handphone milik korban. Jinggo juga membawa kabur motor Sukarta yang terparkir di garasi.

”Motor Honda Vario milik korban digadaikan melalui perantara Paul, sebanyak Rp 5 juta. Handphone korban juga digadai dengan nilai Rp 1,2 juta,” beber Ema.

Dari uang gadai tersebut, Jinggo menebus motor milik Farouk. ”Sisa uang gadai dari barang-barang milik korban, terdakwa memakainya untuk berjudi,” tambah dia.

Beberapa hari setelah aksi sadisnya, terdakwa berusaha menyembunyikan perbuatannya. Dia mendatangi rumah korban dan berpura-pura memanggilnya. ”Perbuatan ini dilakukan untuk mengelabui tetangga rumah korban,” sebut Ema.

Guna menjerat terdakwa, JPU menggunakan Pasal 339 KUHP untuk dakwaan pertama. Di dakwaan kedua, jaksa menggunakan alternatif kesatu pada Pasal 338 KUHP dan kedua di Pasal 362 KUHP.

”Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 365 ayat 1 dan 4 KUHP,” tandas Ema menyebutkan dakwaan ketiga untuk Jinggo. Dari seluruh dakwaan jaksa, ancaman maksimal bagi Jinggo adalah penjara seumur hidup.(dit/r2)

Berita Lainnya

5 Pilihan Oleh-oleh Khas Taiwan yang Wajib Kamu Beli

Redaksi Lombok Post

Promo Special dan Hiburan Rakyat jadi Daya Tarik SAFARI FIFGROUP 2019

Redaksi Lombok Post

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga

Redaksi Lombok Post

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

BUMN Gelar Jalan Sehat dan Pasar Murah di Mataram

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post