Lombok Post
Headline Kriminal

Sudenom Terancam Empat Tahun Bui

TUNTUTAN: Mantan Kadis Pendidikan Kota Mataram Sudenom, dituntut empat tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Mataram, kemarin (8/2).

MATARAM-Terdakwa Sudenom dituntut empat tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Mataram, kemarin (8/2). Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram itu, juga diminta untuk membayar denda sebanyak Rp 200 juta subsidair dua bulan kurungan.

JPU Kejari Mataram Yulia Oktavia Ading mengatakan, Sudenom terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada dakwaan pertama, yakni Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sudenom dinilai jaksa memenuhi seluruh unsur dalam dakwaan pertama. Salah satunya, memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya.

Pemaksaan yang dilakukan Sudenom diuraikan jaksa dalam tuntutannya. Medio Juli 2017, terdakwa meminta H Tahir, kepala SMPN 10 Mataram untuk datang ke rumahnya. Saat itu, Sudenom meminta Tahir untuk mencarikan uang.

”Saat saksi (Tahir) datang, terdakwa meminta saksi untuk dicarikan uang,” kata Via.

Permintaan ditindaklanjuti Tahir dengan melapor ke Ketua MKKS sekaligus Kepala SMP 2 Mataram Lalu Suwarno. Keduanya sepakat untuk mengadakan rapat dengan kasek yang tergabung dalam MKKS. Dari sana, beberapa kasek akhirnya mengumpulkan uang Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.

Setelah Tahir, berturut-turut Sudenom mengajukan permintaan uang melalui pejabat Disdik Kota Mataram dan sejumlah Kepala SD di Kota Mataram.

Permintaan uang yang dilayangkan Sudenom, membuat sejumlah kasek mau tak mau menurutinya. Apalagi, saat itu Sudenom duduk sebagai Kadisdik Kota Mataram, atasan dari para kasek.

JPU Iman Firmansyah mengatakan, unsur pemaksaan terbukti pada perbuataan Sudenom. Mengakibatkan psikis kasek tertekan karena harus menuruti permintaan terdakwa.

Dari perbuatan pungli tersebut, Sudenom mendapat uang sebanyak Rp 117.280.000. Rinciannya, Rp 72,5 juta dari hasil pungli ke kepala SDN dan Rp 44.780.000 dari kepala SMPN di Kota Mataram.

Setelah membacakan seluruh unsur dalam tuntutannya, Iman meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun kepada terdakwa. ”Supaya Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair dua bulan kurungan kepada terdakwa,” kata Iman.

Selain itu, dalam amar tuntutannya, JPU merampas dan menyita uang sebanyak Rp 56 juta, yang nantinya akan diserahkan ke negara. Uang tersebut merupakan sisa pungli dari Sudenom.

Saat mendengar jaksa menuntut dirinya selama empat tahun, Sudenom menunjukkan gestur tak nyaman. Sesaat setelah kalimat empat tahun penjara dilontarkan jaksa, Sudenom menoleh ke arah penasihat hukumnya.

Sementara itu, penasihat hukum Sudenom, Muhtar M Saleh mengatakan, pihaknya akan mengajukan nota pembelaan atau pleidoi menyikapi tuntutan jaksa. ”Kita minta waktu satu minggu untuk pleidoi,” kata Saleh.(dit/r2)

Berita Lainnya

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Kelelahan, Enam PPS Tumbang

Redaksi LombokPost

PSU Rentan Money Politic

Redaksi LombokPost

Kinerja Dewan Mengecewakan, Pembahasan Raperda Sangat Minim

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost

Jelang Ramadan, Polisi Persempit “Permainan” Tengkulak

Redaksi LombokPost

Telkomsel Optimalkan Jaringan di Lebih dari 1.400 Titik Penting

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Jangan Ada Dendam Politik!

Redaksi LombokPost