Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar Pukul Pariwisata NTB

MENGUDARA: Sebuah pesawat sesaat lepas landas dari Bandara ZAM, Lombok, Kamis (7/2).

MATARAM-Belum ada solusi untuk kenaikan harga tiket dan bagasi berbayar. Itulah yang membuat dampak terhadap berbagai sektor di NTB, terutama pariwisata masih terasa.

Sepinya penumpang pesawat terlihat dari banyaknya penerbangan yang dibatalkan selama Februari 2019. Data yang dihimpun Koran ini menunjukkan, jumlah pesawat cancel kedatangan dari 1-5 Februari sudah mencapai 108 kali.

Sedangkan, cancel keberangkatan 110 kali. Pada puncak perayaan tahun baru Cina (Imlek) Selasa (5/2) lalu, tercatat ada 21 kali penerbangan kedatang yang cancel. Diantaranya, delapan penerbangan Lion air, tiga penerbangan Batik Air, tujuh penerbangan Wings Air, satu penerbangan Garuda Indonesia, dan dua penerbangan Citilink. ”Dampak kenaikan harga tiket ini masih kita rasakan, jumlah pemesan tiket semakin berkurang,” kata Fitria, salah satu penyedia sekaligus mitra pembayaran tiket di Mataram, kemarin.

Harga tiket Jumat (8/2) Jakarta- Lombok hingga kini masih terbilang mahal. Lion Air dibanderol Rp 1,038.000, Batik Air Rp 1,4 juta, Garuda Indonesia Rp 1,9 juta. Padahal dulunya ada pada kisaran Rp 800-900 ribu. Sedangkan, untuk tiket Surabaya-Lombok Lion Air dibanderol Rp 711 ribu, Citilink Rp 935 ribu, dan Garuda Indonesia Rp 1,15 juta. Dulunya penumpang cukup merogoh kocek Rp 500 ribu saja. ”Bagasi yang tak lagi gratis makin memberi efek,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Travel Indonesia (Astindo) NTB Sahlan M Saleh menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan harga tiket maskapai tak kunjung turun. Diantaranya, harga avtur yang mahal, mahalnya biaya parkir pesawat, termasuk dampak lanjutan pascagempa. ”Karena tingginya harga tiket pesawat kunjungan wisatawan mancanegara kita menurun hingga lebih dari 50 persen. Sedangkan wisatawan domestik menurun 10-20 persen,” katanya.

Ia menilai, butuh kebijakan nyata untuk menurunkan harga tiket pesawat. Salah satunya, dengan subsidi harga tiket.

”Jika bisa subsidi, tiket jadi murah ini, tamu datang lagi,” ujarnya.

Dia berharap agar gubernur NTB membantu melobi penurunan beberapa komponen penunjang pesawat.

Anggota DPR RI Komisi XI Dapil NTB H Wilgo Zainar menilai fenomena naiknya harga tiket dan bagasi berbayar jelas memukul pariwisata. Padahal NTB butuh bangkit pasca gempa dengan menggenjot segala potensi yang ada. ”Kita prihatin sekali, disaat kita ingin bangkit untuk recovery. Saat itu juga ada penyesuaian tarif transportasi udara,” katanya.

Politisi Gerindra tersebut mendesak pemerintah pusat ambil bagian dalam upaya menstabilkan kondisi. Tidak justru  melakukan pembiaran. ”Saya kira, ini harus jadi perhatian bersama,” imbuhnya. (tea/r4)

Berita Lainnya

Rucika Perkenalkan Sistem Air Buangan Hygienic System

Redaksi Lombok Post

Promo Special dan Hiburan Rakyat jadi Daya Tarik SAFARI FIFGROUP 2019

Redaksi Lombok Post

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga

Redaksi Lombok Post

BUMN Gelar Jalan Sehat dan Pasar Murah di Mataram

Redaksi Lombok Post

KUR BRI Tumbuh Rp 60 Miliar

Redaksi LombokPost

Travel Agent Dukung Rencana Mengundang Maskapai Asing

Redaksi LombokPost

Mudik, Peserta JKN KIS Tetap Dilayani

Bank Mandiri Serahkan CSR ke Tiga Sekolah di Loteng

Lima Ribu Paket Sembako dari BNI Untuk Keluarga PMI