Lombok Post
Headline Metropolis

Jadi Hub AirAsia, Bandara Lombok Akan Beroperasi 24 Jam

BELUM BERGAIRAH: Suasana di terminal keberangkatan di LIA, masih belum bergairah. Penerbangan kebanyakan cancel, sehingga penumpang terbatas, Rabu malam (6/2).

PRAYA-Lombok International Airport akan beroperasi 24 jam. Hal ini menyambut LIA yang akan menjadi hub AirAsia. General Manajer PT Angkasa Pura I LIA Nugroho Jati pada Lombok Post, kemarin (7/2) mengungkapkan, saat hub AirAsia sudah berjalan, penerbangan terakhir AirAsia akan mendarat di LIA pukul 02.00 Wita.

“Ini sedang kita ajukan ke Kementerian Perhubungan,” kata Jati.

Jati sendiri memastikan, bahwa AirAsia akan menempatkan dua pesawat di LIA. Pesawat tersebut jenis Airbus A320 yang bisa mengangkut 180 penumpang.

            Hub atau stasiun penghubung AirAsia di LIA ini akan menjadi kelima di Indonesia, setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bali. Melayani penerbangan dari dan tujuan LIA-Perth Australia, Jogjakarta, Bali dan Kuala Lumpur.

Kapan pun hub dibuka, tekan Jati AP I LIA siap-siap saja. Baik menyangkut fasilitas, sarana dan prasarana, hingga sumber daya manusia. Tujuannya, seluruh pelayanan penerbangan dan penumpang dapat dijalankan dengan cepat. Sekarang tinggal bagaimana, bersama-sama mempromosikan pariwisata daerah, sehingga kunjungan wisatawan bertambah.

            “Kita bersyukur, semua stakeholder mendukung. Salah satunya, Imigrasi,” sanjung Jati.

            Informasi dari manajemen AirAsia, rencana hub tersebut akan mulai dibuka akhir Februari ini. Namun, belakangan beredar informasi, bahwa rencana tersebut sepenuhnya baru akan terwujud pada Mei 2019.

Klarifikasi Delay AirAsia

Sementara itu, pada saat yang sama, Jati angkat bicara menyangkut penerbangan internasional AirAsia. Dia menegaskan, tidak ada pihak mana pun, yang sengaja menunda-nunda jadwal penerbangan.

            Penerbangan AirAsia memang mesti menunggu pemeriksaan penumpang yang baru datang. Sebab, sesuai aturan, jika ada wisatawan asing yang ditolak masuk ke Indonesia, maka wisatawan tersebut harus kembali dengan pesawat yang sama.

            Penegasan ini disampaikan General Manager (GM) PT AP I LIA Nugroho Jati. Dia mengungkapkan, permasalahan yang dihadapi AirAsia AK307, tujuan Kuala Lumpur bukan delay. Melainkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kantor Imigrasi Mataram memang seperti itu.

Dijelaskannya, begitu penumpang turun, mereka akan melewati pemeriksaan dokumen paspor. Pesawat, harus menunggu terlebih dahulu proses itu.

            SOP nya, per satu orang penumpang menghabiskan waktu 1 menit. Kala itu, jumlah penumpang sebanyak 172 orang. Mereka kebanyakan wisatawan asing. Kalau dikalikan 1 menit, maka menghabiskan waktu selama 172 menit. Tapi, tekan Jati Imigrasi mampu menyelesaikannya, dalam waktu 30 menit saja.

            “Sehingga, bisa menghemat 142 menit,” kata Jati didampingi Kepala Imigrasi Mataram Kurniadie pada Lombok Post, di ruang kerjanya, kemarin (7/2).

            AP I LIA dan Imigrasi, terangnya berusaha menekan kembali panjangnya antrean. Dengan cara, menambah petugas Imigrasi, konter dan fasilitas pendukung. Sehingga, berapa pun jumlah penumpang kedatangan internasional, bisa dengan cepat diperiksa dokumen paspor nya. Termasuk, penumpang keberangkatan. Itu mulai diberlakukan, Rabu (6/2) lalu.

            Langkah tersebut, sebagai upaya dukungan AP dan Imigrasi, serta pemangku kepentingan lainnya, meningkatkan kunjungan wisatawan di NTB, menuju NTB bangkit.

Jati menambahkan, kalau warga negara Indonesia (WNI) tidak perlu input data seperti warga negara asing (WNA). Tujuan dari itu semua, jika petugas Imigrasi menemukan masalah dokumen paspor WNA bersangkutan, maka hari itu juga mereka dikembalikan ke negaranya, dengan maskapai yang sama.

“Kalau menunggu besok, maka mereka akan dikenai sanksi, sesuai Undang-undang Nomor 6 tahun 2011,” sambung Kepala Imigrasi Mataram Kurniadie.

Prinsipnya, kata Kurniadie Imigrasi terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan prima di bandara. Tidak ada yang mempersulit, apalagi sampai ada kata dipaksa pesawat delay. Jika petugas dan konter kurang, maka ditambah. Jika dirasa lama, maka akan dipersingkat. (dss/JPG/r8)

Berita Lainnya

Tenaga Pemetaan BPS Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post

Siswa BLK Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost

Pecahkan Rekor Nasional Berusia 10 Tahun, Zohri Raih Medali Perak Kejuaraan Asia di Qatar

Redaksi LombokPost

Tetaplah Akur Zaitun! Fauzan Fokus Bangun Industri, Sumiatun Janji Kembangkan Pariwisata

Redaksi LombokPost

Puluhan Petugas KPPS dan PPS “Tumbang”

Redaksi LombokPost

13 Ahli Waris Non ASN Kemensos RI Terima Santunan BPJSTK

Redaksi Lombok Post