Lombok Post
Headline Metropolis

Lombok Post Jawara IPMA

THE BEST: Ketua Harian SPS Pusat Ahmad Djauhar (kiri) menyerahkan tropi IPMA kepada Pemred Lombok Post Jony Marthadinata di ballroom Gedung Siola Surabaya, Kamis malam (7/2).

SURABAYA-Sekali lagi, Harian Lombok Post dinobatkan sebagai surat kabar terbaik regional Bali dan Nusa Tenggara. Tahun ini Serikat Perusahaan Pers (SPS) kembali memberikan dua penghargaan.

Pertama, Silver Winner kategori The Best of Investigation Reporting Newspapaer Indonesia Print Media Awards (IPMA) 2019.

Penghargaan ini merupakan ganjaran atas liputan khusus “Hidup Rukun di Pulau Seribu Masjid” yang disajikan Lombok Post edisi Senin, 21 Mei 2018.

Liputan khusus tersebut didukung foto  yang menggambarkan kerukunan antarumat beragama di Pulau Lombok yang viral beberapa waktu ini. Dalam foto karya fotografer Lombok Post Ivan Mardiansyah, seorang biksu Buddha bernama Samanera Dhiraseno membantu salah seorang warga muslim di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, mengambil air wudhu pertengahan Mei 2018 lalu.

Penghargaan kedua adalah Silver Winner kategori The Best of Bali & Nusra Newspaper Indonesia Young Readers Awards 2019. Ini berkat laporan yang disajikan Tim Zetizen Lombok Post “Yang Masih Mau Diet Yoyo” edisi Minggu, 7 Oktober 2018.

Penghargaan-penghargaan itu sekaligus menasbihkan koran pertama dan terbesar di NTB ini sebagai jawara IPMA. Sejak pertama dihelat sepuluh tahun lalu,  Lombok Post selalu menjadi salah satu pemenangnya.

Award bagi para pemenang semua kategori diserahkan pada Awarding Night SPS dan Satu Dekade IPMA “Kreativitas tanpa Batas di Era Disrupsi” di ballroom Gedung Siola Surabaya, Kamis malam (7/2) lalu. Tropi dan piagam penghargaan untuk Lombok Post diterima Pemimpin Redaksi Jony Marthadinata.

“Ini menjadi penyemangat dan tantangan kami, terutama bagian redaksi, untuk terus berinovasi menyajikan konten-konten berkualitas. Terlebih di era disrupsi sekarang ini, yang menuntut kita bersaing dengan kecepatan media online maupun medsos,” kata Jony usai menerima penghargaan untuk Lombok Post.

Hadir pada malam penganugerahan itu antara lain Menkominfo Rudiantara, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua SPS Pusat Dahlan Iskan, ketua SPS Pusat terpilih HM Alwi Hamu, dan para pengurus SPS.

Dalam sambutannya Menkominfo Rudiantara meyakinkan bahwa industri pers cetak tidak akan mati. Karena masih ada segmen yang mediumnya cetak. “Jadi jangan takut dengan digitalisasi,” tandasnya.

“Ketika media online dipenuhi hoax, orang akan kembali ke media mainstream cetak,” imbuhnya.

Rudiantara memang setuju perkembangan zaman menuntut semua pihak untuk berubah mengikuti zaman. Tetapi perubahan di industri pers tidak mengubah substansinya.
Sementara itu ketua SPS Pusat terpilih HM Alwi Hamu mengatakan, kepercayaan yang dinerikan pada dirinya ini merupakan pekerjaan berat. “Kami akan berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang ada dengan bekerja sama termasuk soal disrupsi ini,” katanya.

Sama dengan menkominfo, bos Fajar Group ini pun sangat yakin surat kabar akan tetap hidup. “Intinya kita harus bekerja keras, kerja cerdas, dan berinovasi tiada henti,” pesannya. (jm/r8)

Berita Lainnya

Baru Mau Bangkit, Terpuruk Lagi Akibat Tiket Pesawat dan Bagasi Mahal

Redaksi LombokPost

Tim Labfor Turun Tangan Selidiki Penyebab Kebakaran Rumah Direktur Walhi NTB

Redaksi LombokPost

Pemprov NTB Akhirnya Buka Pendaftaran PPPK , Honorer Diberi Waktu Dua Hari

Redaksi LombokPost

Empat Hewan Pembawa Rabies Ditemukan Balai Karantina

Redaksi LombokPost

RSUD Kota Mataram Siapkan Aplikasi SIMRS

Redaksi LombokPost

Kaderlan Pencari Damai di Rumah Panggung dari Kayu Bekas

Redaksi LombokPost

Pemkot Mataram Angkat Tangan Tak Ikut Pendaftaran PPPK Serentak

Redaksi LombokPost

Permintaan Eliminasi Anjing Cukup Tinggi

Redaksi LombokPost

Baru Tiga Kecamatan Punya RDRT

Redaksi LombokPost