Lombok Post
Metropolis

Kalau Sudah Sejahtera, Keluar Dong!

HORE CAIR: Sejumlah KPM PKH tengah mencairkan bantuan yang diterimanya dari pemerintah, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Pemerintah telah membuat berbagai terobosan untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya yakni Program Keluarga Harapan (PKH). Tujuannya untuk memudahkan pemerintah membantu langsung masyarakat atau keluarga yang berada di bawah garis kesejahteraan.

Tapi rupanya ada saja warga yang punya mental miskin. Padahal secara ekonomi ia mampu. Hal ini membuat PKH pun tak luput dari incaran warga yang rakus bantuan.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Baiq Hasnayati pun tertarik. Dia menempeli rumah keluarga penerima manfaat (KPM) PKH dengan stiker bertuliskan keterangan warga itu benar-benar miskin

“Setuju, bisa jadi bahan pertimbangan kami, kita tempeli rumahnya dengan tulisan ‘Saya benar-benar Keluarga Miskin yang Layak Menerima Beras Sejahtera’,” ujar Hasna.

Stiker itu diharapkan dapat menghapus mental miskin atau setidaknya membuat mereka malu. Padahal sebenarnya mampu, bahkan termasuk kaya.

Ada efek psikologis yang diharapkan membuat mereka sadar. Dan akhirnya mendorongnya menarik diri. Tidak ikut lagi dalam program bantuan.

Sebelumnya cara ini sempat viral jadi perbincangan. Salah satunya yang dilakukan Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonogiri. Pemerintah di dua tempat itu, menempeli rumah warga yang menerima KPM dengan tulisan tentang kemiskinan. Di Mataram sendiri jumlah keluarga penerima KPM masih sangat banyak.

“Jumlahnya berdasarkan Basis Data Terpadu sesuai SK Kemensos sebanyak 43.756 kepala keluarga,” terang Asna.

Uniknya usulan penerima KPM ini terus meningkat tiap tahun. Sementara warga yang sejahtera setelah menerima bantuan nyaris tidak ada. Buktinya tidak ada yang mengundurkan diri program ini. “Kalau sudah sejahtera harusnya keluar,” terangnya.

Namun bukannya mau keluar mereka diduga semakin betah menerima bantuan. Padahal dari segi ekonomi sudah sangat mandiri dan mampu.

“Padahal masih banyak saudara mereka yang benar-benar butuh bantuan tidak terbentuk, karena porsinya diambil mereka,” sesalnya. (zad/r7)

Berita Lainnya

Bukit Nipah dan Padanan Terbakar

Redaksi LombokPost

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Uang Korban Gempa Dicuri Mandor

Redaksi LombokPost

Kejuaraan Paralayang Nasional Diikuti 153 Peserta

Redaksi LombokPost

Melihat Persiapan Pemkot Menyambut HUT Kota Mataram Ke-26

Redaksi LombokPost

Korban TPPO Banyak Dijual ke Suriah

Redaksi LombokPost

Wajib Pakai Besi Kolom Sepuluh Mili

Redaksi LombokPost

Tok, Tok, Tok, Bank Rontok

Kafilah Kecamatan Mataram Juara MTQ XVIII