Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

OKMAR Diluncurkan BNI, Kementerian Pertanian dan Pemda Bersinergi

LUNCURKAN: Jajaran BNI, Kementerian Pertanian, Muspida Lotim saat meluncurkan GMMT OKMAR 2018/2019 disaksikan Bupati Lotim HM Sukiman Azmy (dua dari kanan) di Dusun Tinggir, Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Lotim, NTB.

SELONG-Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober 2018-Maret 2019 (GMMT OKMAR 2018/2019) diluncurkan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), NTB pada Jumat (8/2) lalu. Lotim dipilih karena telah memasuki masa tanam dan memiliki komoditi unggulan jagung di NTB.

”Lotim kota kesembilan penyelenggaraan gerakan ini secara nasional,” kata General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo pada media usai kegiatan.

Diterangkan, program lanjutan ini dilaksanakan di lahan seluas 2 hektare di Dusun Tinggir, Desa Pringgabaya Utara. Lahan ini merupakan bagian dari kawasan pertanian seluas 4.398 hektare di Kecamatan Pringgabaya.

”GMMT OKMAR 2018/2019 diharapkan mampu memastikan jadwal proses tanam tidak meleset dan sesuai jadwal tanamnya,” terangnya.

 

Acara dihadiri Staff Ahli Menteri Bidang Lingkungan Pertanian Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana, General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo, CEO BNI Wilayah Denpasar Suhardi Petrus. Hadir juga dari Pemerintah Daerah Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, Kepala Dinas Pertanian Lotim HM Abadi, dan lebih dari 500 petani. Program ini sebagai upaya mengamankan keberhasilan hasil panen. Karena diproyeksikan masa panen jatuh di bulan Februari – Maret 2019.

”Kegiatan dilatarbelakangi musim hujan di Lotim,” jelasnya.

Dijelaskan, peran BNI dalam program ini agar petani mendapatkan akses pembiayaan murah, mudah, dan pendampingan selama musim tanam Oktober – Maret. Disamping itu, pada saat petani panen dipastikan akan mendapatkan pembeli siaga.

”Hasil panen akan dibeli offtaker petani sektor tanaman pangan dari berbagai daerah sentra pangan di Indonesia,” jelasnya.

Bambang menambahkan program ini wujud kontribusi BNI mensejahterakan petani. Diantaranya penyediaan akses permodalan yang mudah dan murah di sektor pertanian dan perkebunan.

”Ini upaya dalam meningkatkan produktivitas petani, pemerataan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Kedepannya, BNI akan terus mendukung sukseskan pembangunan perekonomian Indonesia. Baik itu dalam menyalurkan pembiayaan bagi petani. Dalam mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera dan mandiri.

”Melalui gerakan ini diharapkan menjadi penopang program pemerintah,” tambahnya.

Bupati Lotim HM Sukiman Azmy menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan BNI. Ucapan ini disampaikan karena pelaksanaan GMMT OKMAR 2018/2019 dipusatkan di Lombok Timur. Kegiatan ini membuat petani senyum cerah menyambut pengawalan musim tanam kali ini.

”Sangat cocok kegiatan dipusatkan disini. Lotim merupakan salah satu sentra penghasil komoditas unggulan di Provinsi NTB,” tuturnya.

Staff Ahli Menteri Bidang Lingkungan Pertanian Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana mengatakan GMMT sebagai bentuk sinergi BUMN bersama Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah. Sinergi yang dibentuk dalam pendampingan budidaya pertanian.

Seperti peningkatan hasil produksi dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Serta percepatan program berupa Corporate Social Responsibility (CSR). Gerakan ini ditargetkan akan menyentuh 56 kawasan sentra pangan di Indonesia. Melibatkan 25 ribu petani se-Indonesia.

”Semoga sinergi ini membawa dampak positif ke pertanian,” katanya.

Pada acara ini, BNI memberikan bantuan CSR berupa kegiatan Padat Karya Tunai (PKT) Normalisasi Saluran Irigasi. PKT menyediakan berbagai prasarana pendukung kawasan pertanian yang diikutsertakan dalam GMMT OKMAR 2018/2019 ini.

Program PKT antara lain, perbaikan saluran irigasi sepanjang dua kilometer di Dusun Tinggir, Desa Pringgabaya Utara. PKT ini melibatkan 300 petani. Kegiatan juga diselingi tanam massal komoditas jagung oleh 500 petani.

Dilanjutkan dengan penyerahan Kartu Tani dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani kepada petani. KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR oleh BNI. Hingga 31 Desember 2018, KUR yang telah disalurkan BNI mencapai Rp 15,99 triliun. Menyentuh 147.691 penerima KUR di seluruh Indonesia. (nur)

Berita Lainnya

Rucika Perkenalkan Sistem Air Buangan Hygienic System

Redaksi Lombok Post

5 Pilihan Oleh-oleh Khas Taiwan yang Wajib Kamu Beli

Redaksi Lombok Post

Promo Special dan Hiburan Rakyat jadi Daya Tarik SAFARI FIFGROUP 2019

Redaksi Lombok Post

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga

Redaksi Lombok Post

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

BUMN Gelar Jalan Sehat dan Pasar Murah di Mataram

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post