Lombok Post
Headline Kriminal

Oknum PNS Jualan Sabu

JUAL SABU: Yu, oknum ASN ditangkap polisi karena diduga memilki dan menjual narkoba jenis sabu di wilayah Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, kemarin.

MATARAM-Oknum PNS/ASN berinisial WAH alias Yudi di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, ditangkap polisi. Pria berusia 47 tahun tersebut tertangkap atas dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu sebanyak tiga poket.

Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo mengatakan, pelaku merupakan pengedar sekaligus pengguna narkoba. Wilayah bisnis haram Yudi berada di Kecamatan Bolo. Transaksi jual beli sabu dilakukan Yudi di kediamannya, Desa Rasabou, Kecamatan Bolo.

”Pelaku merupakan target operasi kita,” kata Bagus.

Selama tiga bulan terakhir, petugas memantau dengan intens pergerakan Yudi. Hingga awal pekan lalu, polisi mendapat informasi adanya transaksi sabu yang dilakukan pelaku di rumahnya.

Sekitar puku 16.00 Wita, di bawah komando Kasat Narkoba Polres Bima Iptu Budiman Perangin Angin, petugas bergerak menuju kediaman pelaku. Sebelum tiba di TKP, petugas melihat pelaku di gang depan rumahnya.

”Ciri-cirinya sesuai dengan yang disebutkan, akhirnya saat itu juga kita tangkap,” terang mantan Kasubdit III Tipikor ini.

Setelah mengamankan Yudi, polisi melakukan penggeledahan badan. Upaya ini tidak membuahkan hasil. Polisi tidak menemukan barang bukti berupa sabu yang disimpan pelaku Yudi.

Upaya barang bukti dilanjutkan petugas dengan membawa Yudi ke rumahnya. Polisi kemudian melakukan penggeledahan di setiap sudut rumah pelaku.

Bagus mengatakan, ketika menggeledah kamar pelaku, petugas menemukan satu bungkus rokok yang berisi poketan sabu. Ada tiga poket berisi kristal bening yang diduga sabu.

”Barang bukti sabu kita temukan di dalam bungkus rokok,” ungkap dia.

Selain sabu, polisi juga mendapatkan alat yang digunakan pelaku untuk mengisap sabu. Antara lain, kaca silender ditemukan di bawah mesin cuci; bong sabu di atas lemari; dan 10 klip kosong sisa sabu di atas meja televisi.

Kepada petugas, Yudi mengaku membeli sabu dari seorang pria dengan sebutan Bule. Tiga poket sabu itu dibeli dengan harga Rp 396 ribu. ”Ngakunya disuruh beli sama dua orang, inisialnya IL dan JA,”  terang Bagus.

Lebih lanjut, kata Bagus, polisi juga sudah mengecek urine Yudi di laboratorium dengan hasil mengandung zat ampetamine. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 1Jo Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

”Ancaman hukumannya itu paling lama 20 tahun penjara,” tandas dia.(dit)

Berita Lainnya

5 Pilihan Oleh-oleh Khas Taiwan yang Wajib Kamu Beli

Redaksi Lombok Post

Promo Special dan Hiburan Rakyat jadi Daya Tarik SAFARI FIFGROUP 2019

Redaksi Lombok Post

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga

Redaksi Lombok Post

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

BUMN Gelar Jalan Sehat dan Pasar Murah di Mataram

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post