Lombok Post
Praya

Cara Dandim Letkol CZI Prastiwanto Bangkitkan Pariwisata Loteng

PASAR PANCINGAN : Dandim 1620/Loteng Letkol CZI Prastiwanto, saat berfoto bersama di objek wisata pasar pancingan di Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah, Minggu (3/2) lalu.

Setiap objek wisata yang dikunjungi, dikenalkan ke media sosial. Dalam hitungan menit, banyak yang melihat dan membaca. Itulah cara Letkol CZI Prastiwanto, bangkitkan pariwisata Lombok Tengah. Seperti apa?

Dedi SS – Praya

=============

Letkol CZI Prastiwanto, merupakan Dandim 1620/Loteng. Ia dilantik  15 Oktober lalu. Kehidupan ekonomi keluarga dimasa kecilnya, cukup pelik dan sulit. Ia bahkan, pernah menjadi penjual kerupuk keliling, hingga kayu bakar keliling.

Untuk bersekolah saja, ia harus bersusah payah membiayai sendiri. Namun, siapa sangka. Hidup miskin, penuh kekurangan  itu mengantarnya menjadi TNI.

Belajar dari kehidupan yang susah seperti itulah, membuat pria kelahiran Bangkalan Madura, 8 Juni 1979 tersebut mini Rain turun ke akar-akar rumput. Mendengar kebutuhan dan membantu menggerakkan roda ekonomi warga. Harapannya, jangan sampai dialami seperti dirinya. Salah satunya, memperkenalkan objek wisata, di setiap desa yang dikunjunginya.

Karena, tidak semua objek wisata, dikenal luas wisatawan. Baik lokal, apalagi wisatawan nusantara dan asing. Kalau wisatawan berdatangan, kata Prastiwanto maka roda ekonomi masyarakat berjalan. Yang terjadi sekarang, kondisinya cukup memprihatinkan.

Pascagempa, keluhnya kunjungan wisatawan turun drastis. Sehingga untuk membangkitkannya, maka harus promosi secara besar-besaran, bagaimana pun caranya. “Salah satunya, melalui Medsos ini,” cetus Prastiwanto.

Untuk mengunjungi objek-objek wisata tersebut, ia mendirikan klub sepeda, namanya Mandalika 1620 Cycling. Setiap Sabtu atau Minggu, klub yang terdiri dari jajaran Kodim, hingga Polres Loteng, Polda NTB, pejabat Satuan Kerja Pelayan Masyarakat (SKPM) lingkup Pemkab, pelaku pariwisata dan media masa, berkeliling.

“Kalau bukan kita, siapa lagi. Kita harus bersatu, bangkit pariwisata daerah. Semoga yang lain mengikuti, dengan cara lain pula,” pesan pria lulusan S2 Unpad, jurusan Studi Keamanan tersebut.

Bagi Prastiwanto, medsos salah satu media yang bisa diandalkan. Karena, bisa dilihat dan dibaca di seluruh dunia. Baik facebook, instagram dan twitter. Selain itu, ia juga memanfaatkan grup whatsApp. Dengan harapan, rekan-rekannya di luar sana, bisa berkunjung ke Loteng khususnya, dan Lombok pada umumnya.

Foto-foto panorama sawah, bukit, pengunungan, pantai, air terjun, kuliner, kolam ikan, desa-desa wisata hingga tradisi sosial budaya masyarakat lainnya, diperkenalkannya. Memang terlihat sederhana, namun pihaknya optimis cepat atau lambat, siapa pun yang melihat, pasti akan tertarik.

Yang tidak kalah pentingnya, diakui Prastiwanto adalah, kalangan media masa. Baik cetak, radio, online maupun televisi. Karena tugas membangkitkan pariwisata daerah, menjadi tanggung jawab bersama. “Kami bersyukur dan berterima kasih, Bapak Dandim peduli pariwisata,” sanjung Ketua Pokdarwis Peduli Pariwisata Desa Tanak Rarang Agus Sunardi.

        Pariwisata, bagi Agus memiliki multiplier effect, pedagang nasi, tukang tambal ban, penjual gorengan keliling, penginapan hingga masyarakat pada umumnya, akan merasakannya. “Jadi, mari kita bangkit, mari kita bersatu,” serunya.(*)

Berita Lainnya

Angkasa Pura Ingin Jadi Bagian Kesuksesan MotoGP

Redaksi LombokPost

Berwisata di Kolam Renang Matra Praya

Redaksi LombokPost

Jangan Merariq Kodek!

Redaksi LombokPost

Penerbangan Lombok-Perth Baik untuk Pariwisata

Redaksi LombokPost

Masalah Kawasan Prabu Bukan Hanya Tambang

Redaksi LombokPost

Diskominfo Lombok Tengah Data Ulang Jumlah Tower

Redaksi LombokPost

Tampil di JFC, Loteng Bertekad Memukau

Redaksi LombokPost

Target Pendapatan Daerah Rp 2,154 T

Redaksi LombokPost

Cerita H Najamudin, Penyiar Radio 90-an

Redaksi LombokPost