Lombok Post
Sportivo

KONI NTB Raih Penghargaan SIWO PWI

RAIH PENGHARGAAN: Ketua KONI NTB H Andy Hadianto meraih penghargaan dari SIWO PWI di Gedung Grahadi Surabaya, Jumat (8/2).

MATARAM-Pembinaan yang dilakukan KONI NTB selama 10 tahun terakhir membuahkan hasil. Banyak atlet NTB yang telah mengharumkan Indonesia.

Atas prestasi itu KONI NTB mendapatkan penghargaan dari Pengurus Pusat Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (PP SIWO PWI).  KONI NTB menjadi KONI Terdinamis. Penghargaan itu diterima saat perayaan puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Jumat (8/2).

Ketua KONI NTB H Andy Hadianto mengatakan, prestasi yang diraih KONI berkat kerja keras semua pihak. Tanpa ada campur tangan pemerintah, pengprov cabang olahraga (Cabor), dan stakeholder lainnya, KONI tidak ada apa-apanya. ”Prestasi ini untuk seluruh masyarakat Indonesia,” kata Andy, kemarin (10/2).

NTB memiliki potensi luar biasa. Beberapa tahun terakhir, ada tujuh atlet yang sudah mencatatkan raihan juara dunia. Ada Risa Septiarini dari cabor muay thai, Ahmad Zigi Zaresta Yuda, Fakih Karomi dari cabor karate. Ditambah lagi, Yuliana dan Mariati dari  cabor pencak silat. Terakhir, sang juara dunia fenomenal Lalu Muhammad Zohri. ”Mereka itu sudah mengukir sejarah baru untuk NTB di level dunia,” ujarnya.

Ke depan harus ada muncul juara dunia baru. Tentu untuk menciptakan itu perlu bantuan dari semua pihak. Yang dibentuk adalah membangun semangat atlet, pelatih dan pengprov cabor. Semangat itu menjadi modal awal untuk menciptakan juara dunia. ”Melalui semangat itu muncul wawasan penggiat olahraga bahwa prestasi bukan untuk daerah. Melainkan untuk Indonesia,” tegasnya.

Masing-masing provinsi harus berlomba-lomba mencetak atlet berkualitas. Sehingga, mereka bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. ”Konsep berpikir kita sekarang adalah mengangkat prestasi Indonesia,” ujarnya.

Di masa lalu, Indonesia disegani. Bahkan, dijuluki macan Asia. Tetapi, prestasi Indonesia terus merosot. Dia menganalisa, dari fenomena Sea Games, Indonesia kurang memiliki tekad untuk membangkitkan prestasi. Sering terjadi gesekan di internal penggiat olahraga. “Coba itu yang harus kita perbaik. Kita satukan tekad untuk Indonesia,” kata dia.

”Yuk dari NTB, kita ajak semua komponen bangsa ini untuk mengangkat lagi prestasi Indonesia,” pungkasnya. (arl/r10)

Berita Lainnya

Bonus Rumah Untuk Atlet Makin Ruwet

Redaksi LombokPost

Panggung El Fideo dan Le Collectif

Redaksi LombokPost

Merayu Lewat Zizou

Redaksi LombokPost

Menanti Debut Owi/Winny Terjun di Barcelona Spain Masters Pekan Depan

Redaksi LombokPost

Demi Happy Ending Hazard

Redaksi LombokPost

Jangan Menyerah Iswandi

Redaksi LombokPost

Sejarah Baru, Atun Dipanggil Perkuat Timnas Sepak Bola Wanita

Redaksi LombokPost

Jelang PON, Bima Eka Semakin Pertajam Poin

Redaksi LombokPost

Sapwa Bidik Peringkat 15 Dunia

Redaksi LombokPost