Lombok Post
Headline Kriminal

Baru Tiba, Dua WNA Dipulangkan

PEMERIKSAAN: Petugas Imigrasi Mataram melakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian terhadap penumpang pesawat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, kemarin (12/2).

MATARAM-Baru tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok Tengah, dua warga asal Amerika Serikat dan Malaysia dipulangkan kembali ke negara asalnya. WNA berinisial BLS dan MLB ditolak kedatangannya karena masuk daftar tangkal yang dikeluarkan Imigrasi.

Kepala Kantor Imigrasi TPI Mataram Kurniadie mengatakan, BLS merupakan warga negara dari AS. Dia datang menggunakan pesawat AirAsia pada Senin (11/2) dengan rute penerbangan Kuala Lumpur – Lombok.

”Datangnya Senin malam,” kata Kurniadie, kemarin (12/2).

Ketika tiba, petugas Imigrasi melakukan pemeriksaan keimigrasian terhadap BLS di ruang kedatangan internasional. BLS juga diwawancara untuk kelengkapan dokumen yang dibawanya.

Saat pemeriksaan diketahui nama bule perempuan tersebut rupanya masuk daftar tangkal. Yang bersangkutan sebelumnya telah dideportasi pihak Imigrasi karena melanggar Pasal 78 ayat 2 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

”Namanya masuk daftar tangkal. Artinya, BLS ditolak kedatangannya ke Indonesia,” ujar dia.

Karena datang dengan AirAsia, maka maskapai asal Malaysia tersebut bertanggung jawab untuk kembali memulangkan BLS. Proses ini sempat memakan waktu hingga membuat delay penerbangan. Hingga akhirnya BLS kembali menuju Kuala Lumpur dengan menggunakan AirAsia, Senin malam (11/2).

Kurniadie mengatakan, kebijakan pemulangan WNA pada kesempatan pertama dengan maskapai yang sama, merupakan amanat undang-undang. Jika tidak dilaksanakan, Imigrasi bisa memberi denda kepada AirAsia sebanyak Rp 50 juta.

Sebelum penolakan terhadap BLS, petugas Imigrasi Bandara ZAM juga menerapkan langkah serupa kepada MLB, asal Malaysia. Karena masuk daftar tangkal, MLB yang baru tiba pada 25 Januari, langsung dipulangkan menggunakan pesawat AirAsia.

”Tidak ada niat untuk buat delay maskapai. Tetapi, kami menjalankan perintah berdasarkan undang-undang. Kita juga menghindari maskapai agar tidak dikenai biaya beban,” sebut Kurniadie.(dit/r2)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Alhamdulillah, Bantuan Jadup Cair Besok