Lombok Post
Giri Menang

Besok Pagi, SMP 2 Gunungsari Dieksekusi

I Gusti Bagus Hari Sudana Putra

GIRI MENANG-Sengketa lahan SMPN 2 Gunungsari antara Pemda Lombok Barat (Lobar) dan pemilik lahan mencapai klimaks. Berdasarkan putusan pengadilan, lahan ini rencananya akan dieksekusi besok pagi. Karena mediasi antara pihak Pemda Lobar dan pemilik lahan atas nama I Gusti Bagus Hari Sudana Putra menemui jalan buntu.

“Eksekusi akan dilakukan Kamis 14 Februari. Dalam artian eksekusi penyerahan hak dari pengadilan ke saya selaku pemilik lahan,” ujar I Gusti Bagus Hari Sudana Putra kepada Lombok Post kemarin (12/2).

Diketahui, Pemkab Lobar kalah dalam gugatan sengketa lahan seluas satu hektare di area SMPN 2 Gunungsari.  Sengketa dimenangkan Gus Ari setelah Mahkamah Agung mengeluarkan putusan kasasi Nomor 1416 K/PDT/2017. Dalam putusan tersebut, MA juga menolak permohonan kasasi dari Bupati Lobar serta sejumlah instansi terkait.

Meski dilakukan eksekusi besok pagi, namun Gus Ari mengaku dirinya masih memberikan kesempatan bagi Pemda Lobar untuk melakukan negosisasi. Termasuk juga ia mengaku memberikan kesempatan sampai tanggal 30 Juni mendatang kepada pihak sekolah untuk melakukan proses belajar mengajar. Sampai dengan berakhir tahun ajaran 2018-2019.

“Tetapi eksekusi tetap berjalan. Anak-anak kami tetap biarkan belajar sampai dengan 30 Juni. Pemkab Lobar juga kami berikan kesempatan apakah membayar tanah itu. Siapa tahu Pemda Lobar berubah pikiran,” ujarnya.

Gus Ari mengaku tidak langsung meminta pihak sekolah keluar besok pagi karena memikirkan psikologis anak-anak. Di saat mereka trauma dengan gempa kemudian diminta keluar meninggalkan sekolah, maka ini tentu akan membuat psikologis siswa terganggun.

“Makanya saya kasih belajar sampai Juni. Kalau tidak ada upaya dari Pemda, ya terpaksan mereka keluar,” cetusnya.

Sementara Kepala Dinas Dikbud Lobar M Hendrayadi yang dikonfirmasi Lombok Post mengenai persoalan ini mengaku sudah menerima surat dari pengadilan. Terkait rencana eskekusi besok pagi. Pihaknya pun sudah menyiapkan beberapa rencana jika kondisi terburuk dihadapi.

“Surat dari pengadilan sudah saya terima tadi pagi (kemarin, Red). Makanya kami sudah siapkan rencana untuk memindahkan siswa ke lokasi SMPN 4 Gunungsari. Atau kami bangunkan gedung baru di eks Puskesmas Penimbung,” jelasnya.

Karena dalam waktu dekat pihak Puskesmas Penimbung juga akan pindah ke lokasi gedung baru yang ada di Desa Mambalan. Sehingga gedung tersebut otomatis kosong dan bisa digunakan belajar oleh para siswa.

Ditanya apakah eksekusi lahan nantinya akan mengganggu psikologis siswa, Hendra mengaku pihaknya sudah mensosialisasikan persoalan ini sejak September lalu. Baik ke pihak sekolah maupun wali siswa. Sehingga ketika eksekusi dilakukan, semua pihak sudah siap dan bisa menerima.

“Ini kesalahan Pemda juga. Karena putusan kasasi PTUN Pilkades Ombe Baru dilaksanakan. Akhirnya mau nggak mau juga ini akan dilaksanakan. Efek dominonya dari sana cuma tidak disadari,” jelas Hendra.

Namun demikian, ia mengaku bersama Kabag Hukum yang baru, pihaknya akan mencoba mencari jalan penyelesaian lain. Sebelum para siswa diminta keluar meninggalkan sekolah 30 Juni mendatang. (ton/r5)

Berita Lainnya

Disperindag Cek Kecurangan SPBU

Muhammad Naja, Bocah Penderita Lumpuh Otak yang Hafal 30 Juz

Redaksi LombokPost

Alhamdulillah, Bantuan Jadup Cair Besok

Gubernur: Uang Tak Menjamin Kebahagiaan

Gerindra Gelar Deklarasi Kemenangan Prabowo-Sandi

Mengunjungi Masjid Ridwan, Masjid Berarsitektur China di NTB

Redaksi LombokPost

Mengunjungi Masjid Ridwan Arsitektur China Desa Pakuan

Jalan Rusak, Pariwisata Ikut Lumpuh

Korban Gempa Menjerit Lagi