Lombok Post
Tanjung

Ritel di Gili Air Langgar Aturan

TINJAU: Sekretaris Satpol PP KLU Totok bersama jajaran tengah turun memeriksa ritel modern Little Choco di Gili Air, belum lama ini.

TANJUNG-Belum lama ini, Satpol PP Kabupaten Lombok Utara (KLU) menemukan sebuah ritel modern di Gili Air yang beroperasi tidak sesuai izin. Tak hanya itu, ritel modern tersebut juga menjual minuman alkohol (minol).

“Untuk mengklarifikasinya kami menggelar pertemuan dengan pemilik ritel modern untuk membahas permasalahan tersebut,” ujar Kepala Satpol PP KLU H Achmad Darma, usai pertemuan kemarin (13/2).

Ia menuturkan, permasalahan bermula dari laporan kepala Desa Gili Indah terkait adanya ritel modern yang beroperasi di Gili. Padahal ritel modern tidak diperbolehkan beroperasi di tiga gili, bahkan di KLU.

“Karena itu, kami meminta data dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Lalu melakukan klarifikasi dengan pemiliknya,” sambungnya.

Ia melanjutkan, dalam pertemuan tersebut, pemilik ritel modern sudah memberikan klarifikasi. Terkait bangunan ternyata tidak sesuai dengan izin yang diberikan. Ritel tersebut dibangun untuk kepentingan akomodasi villa dan restoran. Pemilik ternyata dinilai salah tafsir, terkait makna akomodasi.

“Dipahami sebagai tempat berjualan untuk umum. Ini yang kita luruskan,” katanya.

Termasuk juga izin minol, sebenarnya hanya dikhususkan untuk restoran, bukan untuk dijual ke masyarakat umum. Hal ini menjadi persoalan karena ritel tersebut ternyata menjual minol untuk umum. Hal ini dinilai sudah menyalahi izin yang sudah dikeluarkan.

Achmad mengatakan, dirinya sudah meminta kepala desa untuk melakukan inventarisasi terkait keberadaan ritel modern di tiga gili. Ia menegaskan di tiga gili tidak diperbolehkan berdiri ritel modern. Hal ini sudah menjadi kesepakatan sejak lama.

“Kata mereka akan menyesuaikannya, makanya diminta izinnya juga disesuaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak langsung melakukan pembongkaran. Ritel modern tersebut tetap bisa beroperasi, asalkan sesuai dengan izin yang diberikan. Ritel modern tersebut diakui Achmad sudah memiliki itikad baik. Choco Mart tersebut sudah berkomunikasi dengan KPPT, bahkan akan menghubungi PT untuk mengurus izin terkait bangunannya.

“Mereka sudah bekerja sama dengan pihak luar, karena itu kalau memang boleh oleh KPPT kami persilakan. Kalau tidak, kami akan siap untuk menindaklanjutinya,” tandasnya.

Achmad mengatakan pihaknya akan mengikuti aturan. Jika memang hanya mendapat izin restoran, maka harusnya beroperasi untuk memenuhi kebutuhan restoran. Termasuk juga untuk minol tidak diperbolehkan untuk umum. (fer/r3)

Berita Lainnya

Dermaga Baru Dikhawatirkan Rusak Terumbu Karang

Redaksi LombokPost

Ratusan Huntara Bantuan PGTI Diresmikan

Redaksi LombokPost

UNBK Akhirnya Tetap Digelar

Redaksi LombokPost

Soal Tambak Lengkukun, Pemkab KLU Kecolongan

Redaksi LombokPost

Komisi I Temukan 8 Honorer Diduga Titipan

Redaksi LombokPost

Dua Tahun Pemkab KLU Raih Nilai SAKIP B

Redaksi LombokPost

Miss World Dukung Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Pemkab dan KKB Duduk Bersama

Redaksi LombokPost

Setelah Cidomo, Rental Sepeda Juga Ditertibkan

Redaksi LombokPost