Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Alami Kecelakaan Kerja, Segera Lapor ke BPJS Ketenagakerjaan

MATARAM-Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan diajak segera lapor bila alami kecelakaan kerja. Perlu diketahui bersama tata cara penanganan kasus kecelakaan kerja yang dialami.

Dimulai dari laporan yang diterima perusahaan dari tenaga kerjanya atau walinya. Kemudian pihak perusahaan akan melaporkan kecelakaan kerja ke BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Dalam waktu 2×24 jam sejak terjadinya kecelakaan kerja laporan tersebut harus terlaporkan.

”Pelaporan bisa melalui surat, media elektronik atau datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat,” kata Kabid Pelayanan selaku Pejabat pengganti sementara Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang NTB, Yulia Ika Wardani.

Dijelaskan, BPJS Ketenagakerjaan memiliki provider kerja sama dengan rumah sakit dan puskesmas. Kerja sama ini disebut Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) di berbagai wilayah di NTB. Bagi peserta yang mengalami kecelakaan, dan diindikasi termasuk ruang lingkup Kecelakaan Kerja yang dilindungi dapat langsung mendatangi PLKK. Agar segera mendapat penanganan sampai sembuh sesuai kebutuhan medis secara gratis.

”Penanganan korban kecelakaan kerja di PLKK gratis,” tambahnya.

Ia menambahkan BPJS Ketenagakerjaan adalah badan hukum publik yang menjalankan empat program Jaminan Sosial bagi masyarakat pekerja. Diantaranya Jaminan Pensiun, Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian, dan Jaminan Kecelakaan Kerja. Khusus jaminan kecelakaan kerja sendiri ruang lingkupnya adalah segala resiko kecelakaan yang terjadi akibat aktifitas kerja. Mulai dari rumah berangkat ke tempat kerja. Melaksanakan aktifitas di lokasi kerja sampai kembali lagi ke rumah atau pulang.

”Jika dalam proses terjadi risiko yang tidak diinginkan, maka dapat melaporkan agar segera diproses manfaat perlindungannya,” terangnya.

Ia juga memaparkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Indonesia itu terdiri dari 2 badan. Yakni BPJS Kesehatan yang mengurusi Program Jaminan Kesehatan. BPJS Ketenagakerjaan yang mengurusi empat program jaminan sosial antara lain JP, JHT, JKM, dan JKK.

”Keduanya berlandaskan dasar hukum yang sama, namun dalam pelaksanaannya berbeda porsi dan kewenangannya sesuai program masing-masing,” kata wanita berhijab ini.

Selama ini yang sering menjadi miss di masyarakat adalah tentang Jaminan Kecelakaan Kerja. BPJS Ketenagakerjaan menjamin seluruh pesertanya dari risiko kecelakaan akibat aktifitas kerja. Ruang lingkupnya mulai dari rumah berangkat menuju tempat kerja.

Kemudian melakukan segala kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaannya (Bekerja) sehari-hari. Sampai pulang dari tempat kerja kembali ke rumah. Atau saat melakukan aktifitas lain yang berhubungan dengan pekerjaannya di luar jam kerja, misalnya tugas luar kota. ”Jadi jika memang risiko terjadi sesuai ruang lingkup tersebut maka menjadi tanggung jawab kami memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya,” tandasnya. (nur)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Alhamdulillah, Bantuan Jadup Cair Besok