Lombok Post
Metropolis

Siapa Berani Lawan Mohan?

JELANG PEMILU: Sejumlah orang tengah memeriksa kondisi kotak suara dari kardus, di kantor KPU Kota Mataram, belum lama ini.

MATARAM-Pemilihan Wali Kota Mataram (Pilwakot) rencananya September 2020. Atau kurang dari dua tahun lagi. Tapi persiapan para politisi yang tertarik menggantikan posisi wali kota saat ini H Ahyar Abduh, jauh-jauh hari mengambil ancang-ancang.

Sekalipun belum berani terang-terangan. Ada beberapa nama yang digadang-gadang bakal tampil. Yang nyaris pasti tentu saja H Mohan Roliskana yang kini menjabat Wakil Wali Kota Mataram.

Lalu siapa yang berani melawan wakil wali kota dua periode ini? Sejauh ini, ada dua nama yang menjadi perbincangan. Yaki mantan Plt Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan Badruttamam Ahda, putra tertua Wali Kota H Ahyar Abduh.

“Koalisi (partai pendukung) baru terlihat setelah Pilpres,” duga Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram M Husni Abidin.

Tak hanya pada caleg yang tengah sibuk-sibuk. KPU pun telah ancang-ancang untuk menggelar gawe besar Pilwali. Juni nanti usai sibuk dengan persiapan pilpres dan pileg 2019, KPU pun akan mulai bekerja.

“Masuk tahapan Juni,” imbuhnya.

Mulai dengan sederet persiapan tahapan awal. Seperti penataan DCT, DPT, pemutakhiran data, hingga restrukturisasi penyelenggara.

“Setelah itu langsung tahapan, sampai pelaksanaan pendaftaran calon,” terangnya.

Namun rencana dan tahapan ini kata Abidin masih harus menunggu surat keputusan dari KPU pusat. Baru akan keluar jelang pelaksanaan pilkada serentak 2020.

“Kita belum terima suratnya,” ungkapnya.

Seperti di ketahui kepala daerah yang berakhir masa jabatannya tahun 2020, tidak jadi diikutkan dalam gerbong pilkada serentak 2024. Ada beberapa alasan, diantaranya Penjabat Kepala Daerah yang menjabat terlalu lama.

Tidak hanya itu, pemerintah harus menyiapkan banyak pejabat. Mengisi jabatan lowong hasil pilkada 2015. “Tunggu saja,” tutupnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi