Lombok Post
Metropolis

Warga Minta Izin Tower Tidak Diperpanjang

DIKELUHKAN WARGA: Inilah salah satu tower provider di Lingkungan Jempong Barat, Kelurahan Jempong Baru yang dikeluhkan warga, kemarin (14/2).

MATARAM-Perpanjangan izin beroperasinya tower provider Indosat di Lingkungan Jempong Baru dipertanyakan warga. Pasalnya, warga yang menyetujui pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) tower tersebut, bukan dari lingkungan setempat.

“Towernya dibangun di tempat kami. Yang berikan persetujuan orang lain,” kesal Fahmi, warga Lingkungan Jempong Barat, Kelurahan Jempong Baru yang tinggal di samping tower.

Fahmi selama ini hanya bisa menerima keberadaan tower selama 15 tahun ini tanpa ada imbal balik. Bahkan ia tidak tahu sama sekali akan dibangunnya tower ini karena tidak ada persetujuan dari masyarakat setempat. “Tiba-tiba saja berdiri tanpa sepengetahuan kita,” kesal Fahmi.

Kini ia tidak ingin pihak provider ini memperpanjang beroperasi tower ini. Sebab, keberadaan tower ini sekarang sangat menakutkan. Apalagi pada malam hari suaranya cukup ribut. Bahkan pada musim angin, warga was-was.

“Kita dihantui rasa ketakutan,” singkatnya.

Fahmi sudah menyampaikan ke pihak kelurahan agar tower ini tidak diperpanjang lagi pada Agustus 2018 lalu. Tapi apa yang disampaikan tidak diindahkan.

Ia membeberkan, pembangunan tower dengan tinggi sekitar 70 meter ini diduga mal administrasi. Dimana, tower ini dibangun di Lingkungan Jempong Barat Kelurahan Jempong Baru, namun pada administrasinya tower ini dibangun di Lingkungan Citra Marga, Kelurahan Pegesangan.

“Saya menduga ada yang bermain di sini,” kesalnya sambil menunjukkan bukti-bukti pembangunan tower.

Sebagai warga yang tinggal di samping tower dan terkena dampaknya langsung, ia tidak pernah dilibatkan sama sekali. Tak hanya dirinya, tapi warga yang ada di Lingkungan Jempong Baru dan terkena dampaknya tidak ada yang tanda tangan dalam persetujuan ini.

“Tidak ada izin sama sekali dari warga terkena radius dengan tower ini,” kesalnya.

Ia mengaku, administrasi yang dilampirkan untuk pembangunan tower ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan lahan dan warga setempat. Anehnya, dalam mendirikan tower persetujuannya  dari warga lingkungan lain.

“Kita yang terkena dampaknya, dia yang enak-enak memberikan izin,” sebutnya.

Warga lainnya H Helmi keberatan dengan izin beroperasi tower ini. Pada prinsipnya ia ingin tower ini tidak diperpanjang lagi beroperasinya. Karena ini sangat menganggu ketenangan warga. Apalagi pada musim angin beberapa waktu lalu warga selalu melihat tower ini.

“Kami ingin tower ini tidak lagi beroperasi,” pintanya.

Ia tidak ingin keberadaan tower membuat ketakutan warga. Jangan sampai ini nantinya menjadi bomerang bagi warga untuk melakukan hal yang tidak-tidak. “Ini dibangun di lingkungan kita, yang menyetujui warga dari luar. Kan aneh,” cetusnya.

Ia juga khawatir dengan kesehatan warga di lingkungan sekitar. Apalagi di sini banyak anak kecil yang nantinya bisa terserang penyakit dengan keberadaan tower. “Kami hanya ingin tower ini tidak diperpanjang izinnya,” pintanya.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Mataram Cokorda Sudira Muliarsa belum bisa menjelaskan terkait salah atau tidaknya izin tower yang diberikan pihaknya. Apalagi katanya, ada ribuan izin yang harus diurus.

“Silakan datang ke kantor biar saya jelaskan nanti,” tutupnya. (jay/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi