Lombok Post
Headline Praya

Baru Mau Bangkit, Terpuruk Lagi Akibat Tiket Pesawat dan Bagasi Mahal

PANTAI KUTA: Keindahan pantai Kuta di Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah ini, tidak pernah pudar, wisatawan tetap berdatangan, Sabtu (2/2) lalu.

PRAYA-Begitu pariwisata di Lombok Tengah, mau bangkit setelah diterjang gempa. Terpuruk lagi, setelah maskapai penerbangan sesuka hatinya menaikkan harga tiket, diperparah lagi dengan kenaikan bagasi mencapai 300 persen.

“Lengkap sudah penderitaan kita,” keluh Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng HL Herdan, saat menggelar jumpa pers di ruang rapat kantor bupati, kemarin (15/2).

Herdan melihat, saat ini kunjungan wisatawan mulai berkurang. Kendati demikian, pihaknya optimis kembali normal. Hal ini melihat upaya eras pemerintah daerah untuk kembali mendatangkan wisatawan. Seperti menggelar festival bau nyale di Pantai Seger, digelar. Namun, perlu dukungan semua stakeholder. Khususnya, maskapai penerbangan.

Karena bisa saja, lanjut Herdan wisatawan enggan berwisata. Itu kalau harga tiket mahal, barang juga tidak bisa dibawa banyak-banyak, karena harganya melebihi harga tiket. Namun, mudah-mudahan dalam beberapa hari kedepan, pemerintah pusat mengintervensi.

“Sebenarnya, semua daerah dan bandara merasakan hal yang sama,” sambung General Affair and Communication PT Angkasa Pura I (AP) Lombok International Airport (LIA) Nyoman Siang, terpisah.

Kecuali, ungkapnya Bali, Surabaya dan Jakarta. Pascagempa, lalu lintas penerbangan di LIA, berkurang. Namun, begitu diberlakukan harga bagasi, hingga kenaikan tiket, semakin berkurang atau turun drastis. Kalau situasi normal, jumlah penumpang di LIA antara 10-11 ribu orang, bahkan bisa menembus angka 12-13 ribu orang dan 110 penerbangan.

Sebagai perbandingan, kata Nyoman Siang pada Rabu (13/2) lalu, total penerbangan hanya 65 kali saja. 34 kali diantaranya, kedatangan dan 31 kali keberangkatan. Jumlah penumpang, sebanyak 6.366 orang. 3.229 orang diantaranya kedatangan dan sisanya 3.137 orang keberangkatan. “Seperti inilah kondisinya,” keluhnya.(dss/r2)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Novotel Siap Terima Magang Difabel