Lombok Post
Sportivo

Bonus Rumah Untuk Atlet Makin Ruwet

PERAIH MEDALI EMAS: Kevin Sanjaya/Marcus Gideon berpose seusai meraih emas pada nomor ganda putra badminton Asian Games 2018 di Istora Senayan, Selasa (28/8/2018).

JAKARTA-Menpora Imam Nahrawi mengeluarkan pernyataan mengejutkan Selasa lalu (13/2). Yakni bahwa bonus rumah buat peraih emas Asian Games 2019 bakal dibangun di atas tanah milik atlet. Karena itulah, bonus tersebut belum bisa direalisasikan. Sebab tidak semua atlet sudah bisa menyediakan tanah.

”Pemerintah nanti membangunkan, tidak mengadakan tanah. Ini yang perlu waktu, karena tak setiap atlet punya tanah,” kata Imam saat itu.

Setelah diberitakan secara luas, politikus PKB tersebut mengoreksi pernyataannya kemarin. ”Belum kami putuskan. Sedang kami bicarakan lebih lanjut. Sabar, sabar,” kata Imam saat ditemui di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan. ”Yang kemarin saya menyatakan tanah disiapkan atlet itu, saya cabut. Karena pembicaraan belum final,” imbuh dia.

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta menjelaskan, kebijakan pemberian bonus rumah tersebut baru diperdalam secara teknis bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Rencananya, pemerintah bakal membangunkan rumah tipe 36 dengan luas tanah 70 meter persegi.

”Tanah itu tidak boleh atas nama pribadi, harus tanah pemerintah. Karena secara aturan Kemen PUPR tidak boleh membangun di atas aset yang bukan milik negara,” papar Isnanta.

Menurut dia, bantuan rumah tersebut bakal jadi domain PUPR. Sedangkan Kemenpora hanya meminta dan mengusulkan nama. Tetapi siapa saja yang berhak mendapat rumah akan diputuskan oleh PUPR. ”Kami masih upayakan. Ada sedikit rasionalnya juga. Harus ada degradasi yang jelas antara peraih emas, perak, dan perunggu. Karena kalau (diangkat) PNS sudah semuanya dapat,” ucap Isnanta.

Kemenpora bakal berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai ketersediaan lahan. Sebab, pada awalnya, rumah bakal dibangun di daerah asal setiap atlet. ”Tapi kan kita tahu bahwa banyak atlet yang pindah-pindah tempat. Itu yang kita koordinasikan ulang,” kata Imam.

Sebagaimana diketahui, Asian Games 2018 menjadi prestasi terbesar yang pernah dicapai oleh Indonesia. Para atlet memborong 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Bangga dengan capaian tersebut, pemerintah melimpahkan beragam bonus. Mulai dari uang tunai, diangkat jadi PNS, hingga rumah. Uang tunai sudah dibagikan pada 2 September lalu. Lalu, para atlet sudah mengikuti proses tes CPNS. Nah, bonus rumah itu yang masih menjadi ganjalan. (feb/na/jpg/r10)

Berita Lainnya

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

Kembali ke Puncak Berkat Kun

Redaksi LombokPost

PENENTU JUARA, BARCELONA VS ATLETICO MADRID

Redaksi LombokPost

Ancaman Sudah Nyata, Tak Ada Waktu untuk Santai

Redaksi LombokPost

Perbakin Usulkan Petembak Nasional ke Pelatda

Redaksi LombokPost

Rohani Akan Dititip di Pelatnas

Redaksi LombokPost

BSLU Cup II Datangkan Petenis Meja Terbaik Indonesia

Redaksi LombokPost

Perda Solusi Atasi Masalah Anggaran Olahraga

Redaksi LombokPost

Atletik Belum Panik, Hasil Jatim Open akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost