Lombok Post
Tanjung

Dermaga Baru Dikhawatirkan Rusak Terumbu Karang

NYANDAR: Salah satu kapal cepat dari Bali yang tengah bersandar di dermaga Bangsal, kemarin (15/2).

TANJUNG-Tidak semua pengusaha di Gili Trawangan menyetujui dibangunnya dermaga di bagian barat pulau kecil tersebut. Alasannya dermaga seluas 500 meter persegi dengan jarak dari perairan 200 meter itu dinilai mengancam habitat bawah laut. Terutama terumbu karang yang tumbuh di kawasan tersebut.

“Lokasi pembangunan dermaga itu tidak tepat,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT) Acok Bassok Zani, kemarin (15/2).

Ia menuturkan, daerah tersebut sering dijadikan tempat diving dan snorkeling para wisatawan. Jika di lokasi tersebut dibangun dermaga dikhawatirkan dapat merusakan lingkungan bawah laut.

Selain itu, ombak di lokasi tersebut juga cukup besar, sehingga tidak cocok dibangun dermaga. Jika tetap dibangun, dikhawatirkan dermaga tersebut akan cepat rusak.

Selain itu,  jika kapal cepat dibiarkan bolak-balik melintas di bagian barat pulau tersebut, berpotensi merusak rumah hiu. Sedangkan  rumah hiu ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Gili Trawangan.

“Tidak semua pengusaha setempat diajak berdiskusi terkait pembangunan dermaga tersebut,” tambahnya.

Di Trawangan, zona-zona pembangunan sudah ditetapkan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang. Areal pelabuhan ditetapkan berada di lokasi saat ini. Karena itu menurutnya dermaga yang sudah ada sebaiknya ditata  kembali. Sehingga bisa berfungsi maksimal.

“Lebih baik menata yang ada saja dari pada membangun yang baru,” usulnya.

Ia berencana mengirimkan laporan ke Menteri Perikanan dan Kelautan mengenai rencana membangun dermaga baru di Gili Trawangan. Sebab dikhawatirkan dermaga tersebut dapat merusak terumbu karang yang sudah tumbuh.

Terkait biaya pembangunan yang bakal menghabiskan Rp 14 miliar dinilainya tidak masuk akal. Ia mengestimasikan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun dermaga mencapai Rp 100 miliar.

“Tapi rencana membangun dermaga ini patut diapresiasi, asalkan tidak sampai merusak konservasi laut,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah punya konsep mengembangkan dermaga lama. Intinya membangun dermaga yang ada dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisional atau ciri khas Lombok Utara. Sehingga dermaga ini bisa menunjukkan ciri khas Lombok Utara.

Sementara itu, Asisten II Setda Lombok Utara Hermanto menyatakan, rencana pembangunan dermaga baru ini bakal disosialisasikanpada masyarakat dan pelaku wisata di Gili Trawangan. Dari sosialisasi ini akan diperoleh banyak masukan terkait untung rugi keberadaan dermaga tersebut.

“Sosialisasi nanti dilakukan pengusaha yang menginisiasi pembangunan dermaga tersebut,” pungkasnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Bupati Dorong Percepatan Pembangunan di KLU

DASI dan Lombok Post Buka Puasa dengan Korban Gempa

Bapenda Segera Tertibkan Reklame Kedaluarsa

17 Ribu Data Korban Gempa Bermasalah

Jayaboard Restorasi Gedung Sekolah

Pemkab KLU Bakal Datangi Kemenkum HAM RI

Redaksi LombokPost

2.400 Paket Santunan Segera Disalurkan

Lahan Polteknik Vokasi Diklaim Sudah Clear