Lombok Post
Giri Menang

Fasilitator Kiriman BPBD NTB Dikeluhkan

CEK PROGRES: Kepala BPBD Lobar M Najib saat mengecek berkas progress pembangunan rumah korban gempa di Lobar, kemarin (15/2).

GIRI MENANG-Progres pembangunan rumah korban gempa terbilang masih lamban. Akibat berbagai kendala dihadapi. Salah satunya yakni keberadaan fasilitator yang bertugas mendampingi warga membangun rumahnya. Kepala Pelaksana BPBD Lobar M Najib mengaku ada beberapa fasilitator yang kurang memahami perannya.

“Tingkat sumber daya fasilitator yang diturunkan BPBD Provinsi ini masih kurang,” ungkapnya kepada Lombok Post usai melaksanakan ibadah salat Jumat di masjid Pemda Lobar, kemarin (15/2).

Hasil seleksi terhadap perekrutan fasilitator masih belum memuaskan. Karena banyak fasilitator yang justru membutuhkan pembinaan dari pemerintah daerah. Padahal, mereka yang seharusnya mengambil peran melakukan pembinaan terhadap kelompok masyarakat yang sudah dibentuk. Baik dari segi administrasi hingga pertanggung jawaban.

“Mungkin karena ada dari jurusan hukum, jurusan ilmu sosial atau lainnya yang direkrut. Tidak dari jurusan teknik seperti yang seharusnya dibutuhkan,” bebernya.

Dampaknya, percepatan pembangunan rumah korban gempa akhirnya terkesan lamban. Dikarenakan, fasilitator yang harusnya membina Pokmas justru dibina dari awal oleh tim teknis dari Pemda Lobar maupun BPBD Lobar. Tambahan fasilitator yang direkrut BPBD Provisi NTB masih rendah dibandingkan dengan fasilitator yang sudah direkrut lebih awal. “Bahkan ada fasilitator yang di wilayah Sekotong lari,” bebernya tersenyum.

Dalam artian, fasiliatator meminta pindah wilayah kerja. Karena merasa tidak sanggup mendampingi masyarakat korban gempa yang ada di wilayah tersebut. Akibat fasilitator tersebut tidak punya kecapakan memberikan pendampingan kepada masyarakat.

Beruntung, Najib mengaku pihaknya cukup terbantu dengan aparat TNI yang juga terjun mendampingi Pokmas.  Sejauh ini perbaikan rumah korban gempa yang sudah siap huni dari keterangan Najib baru nencapai sekitar 70 unit. Itu merupakan rumah yang dibangun tahap pertama dari 379 warga yang menerima rekening paling awal. Ditanya terkait apakah target Bulan maret bisa diwujudkan, ia mencoba menghindar. “Kalau ibarat motor, saat ini kami sudah lari kecepatan 300. Yang penting kita bekerja maksimal dulu,” jelasnya.

Meski sumber daya fasilitator diungkapkan Kepala BPBD Lobar sebagian besar masih rendah, namun ada juga yang sudah lancar membantu masyarakat korban gempa. Misalnya di wilayah Narmada. Kepala Desa Selat Sabudi mengaku peran fasilitator cukup vital membantu warganya membangun rumahnya kembali. “Kalau di sini, Alhamdulillah fasilitator banyak membantu kami. Sehingga banyak warga kami yang sudah mulai mebangun sekarang,” ujarnya kepada Lombok Post menunjukkan sejumlah RISHA maupun RIKO yang sedang dalam tahapan pembangunan. (ton/r10)

Berita Lainnya

Disperindag Cek Kecurangan SPBU

Muhammad Naja, Bocah Penderita Lumpuh Otak yang Hafal 30 Juz

Redaksi LombokPost

Alhamdulillah, Bantuan Jadup Cair Besok

Gubernur: Uang Tak Menjamin Kebahagiaan

Gerindra Gelar Deklarasi Kemenangan Prabowo-Sandi

Mengunjungi Masjid Ridwan, Masjid Berarsitektur China di NTB

Redaksi LombokPost

Mengunjungi Masjid Ridwan Arsitektur China Desa Pakuan

Jalan Rusak, Pariwisata Ikut Lumpuh

Korban Gempa Menjerit Lagi