Lombok Post
Giri Menang

Pedagang Keluhkan Penerangan Bundaran GMS

JANGAN BIARKAN GELAP: Beginilah kondisi penerangan di kawasan Bundaran GMS belum lama ini.

GIRI MENANG-Bundaran Giri Menang Square (GMS) menjadi salah satu monument ikonik yang ada di Lombok Barat (Lobar). Kawasan ini selalu ramai dikunjungi warga Lobar jelang sore hingga malam hari. Sayangnya, beberapa hari terakhir kawasan bundaran GMS mulai sepi lantaran kondisi penerangan jalan gelap gulita.

“Sudah beberapa minggu seperti ini. Karena gelap, warga yang datang jadi berkurang,” tutur Marzuki, salah seorang pedagang kepada Lombok Post, kemarin (15/2).

GMS sempat menjadi salah satu tempat favorit warga Lobar maupun luar daerah untuk rekreasi. Karena, bundaran GMS awalnya terkenal dengan keindahan lampu warna-warni hingga air mancurnya. Kini, kondisi bundaran GMS dan sekitarnya justru terkesan tidak dirawat sama sekali.

Jalan di sekitaran kawasan ini mulai terlihat gelap dari arah SMAN 1 Gerung menuju kawasan GMS. Begitu juga dari arah by pass bandara. Kondisinya nyaris gelap gulita. Padahal, sejumlah pedagang kuliner seperti sate bulayak, jus, jagung bakar hingga bakso cilok menggantungkan hidup setiap hari di situ. Namun kondisi kwasan budaran GMS kian hari kian memprihatinkan.

“Takut kita kalau bawa keluarga apalagi anak-anak saat malam hari kalau kondisi penerangannya seperti ini,” timpal Hendri salah sorang waga Gerung.

Kepala Bidang Tata Kota Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar Saifullah dikonfirmasi kondisi GMS yang gelap gulita beberapa hari terakhir tak bisa mengelak. Ia mengakui, kondisi penerangan di jalan kawasan bundaran GMS beberapa hari terakhir mengalami gangguan. “Itu karena ada kabel tanam yang kerap terputus. Sudah diperbaiki tapi kadang putus lagi,” ungkapnya kemarin (15/2).

Kondisi kabel tanam PJU yang ada di kawasan bundaran GMS, diungkapkan Saifullah, memang sudah cukup tua. Sehingga dibutuhkan pemeliharaan. Terlebih dengan kondisi hujan deras dan angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu. Sempat membuat kerusakan instalasi PJU di kawasan ini rusak.

“Sementara sumber daya kami kan terbatas. Kadang harus meluncur ke Sekotong, ke sana kemari memperbaiki PJU. Segera kami tangani (PJU di kawasan GMS, Red),” janjinya.

Terkait masalah PJU, Saifullah juga membeberkan, saat ini sudah ada pihak ketiga yang menawarkan kepada bupati untuk bekerja sama. Mereka menawarkan diri untuk menerangi semua kawasan jalan yang ada di Lobar. “Tapi model kerja samanya seperti apa saya belum bisa komentari lebih banyak. Yang jelas ada pihak ketiga yang sudah mengajukan diri,” tandasnya. (ton/r10)

Berita Lainnya

Dapat Anggaran Tambahan Rp 1,6 Miliar, Jokowi Minta Pembangunan Rumah Dipercepat

Redaksi LombokPost

Sisi Lain Kedatangan Jokowi ke Lombok : Siswa Bahagia Lihat Langsung Wajah Pak Presiden

Redaksi LombokPost

Agunkan Lahan LCC Rp 95 miliar, Prof Asikin: Itu Korupsi

Redaksi LombokPost

Gunungsari Juara Umum MTQ Kabupaten Lombok Barat

Redaksi LombokPost

Lobar Kembali Usulkan Tambahan Bantuan 75,6 M

Redaksi LombokPost

Kurtubi Ancam PLN NTB

Redaksi LombokPost

Akhirnya Bupati Ngaku! Benarkan Sertifikat Lahan LCC Dijadikan Agunan

Redaksi LombokPost

Cara Pokdarwis Sesaot Kenalkan Potensi Wisata Desa

Redaksi LombokPost

Senteluk Jadi Ikon Baru Wisata Halal NTB

Redaksi LombokPost